harapanrakyat.com,- Langkah Presiden Prabowo Subianto membentuk Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan dinilai sebagai ide brilian dan visioner demi mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. Untuk mengawal cita-cita besar yang tidak boleh gagal ini, Presiden menunjuk sosok yang sangat dipercayainya, yakni Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai Menko Pangan.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Anggota Komisi IV sekaligus Kepala Poksi (Kapoksi) Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI, Herry Dermawan, pada Jumat (29/5/2026).
Baca juga: Stok Beras Bulog Ciamis Melimpah, Komisi IV DPR RI Pastikan Aman Jelang Idul Fitri 2026
Menurut legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat X ini, kepemimpinan Zulhas di sektor pangan telah membawa banyak lompatan besar yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Presiden kita, Pak Prabowo, punya ide brilian yaitu swasembada pangan. Di samping beliau seorang Jenderal, otaknya visioner. Baru di zaman sekarang sejak merdeka, kita punya Kemenko Pangan agar urusan perut rakyat ini fokus dan tidak terganggu. Dan orang yang ditunjuk memimpin adalah orang yang sangat dipercaya beliau, yaitu Pak Zulhas. Apakah berhasil? Kita lihat saja buktinya sekarang,” ujar Herry Dermawan saat di Ciamis.
Surplus Beras Nasional Menembus 5 Juta Ton
Herry mengungkapkan bahwa tata kelola pangan saat ini berhasil mengamankan stok beras nasional dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saat ini, negara menguasai surplus beras hingga di atas 5 juta ton.
“Biasanya stok kita tidak sampai segitu, paling sejuta atau dua juta ton, itu pun barang impor. Nah, sekarang kita sudah punya sendiri dari hasil produksi dalam negeri. Ini pencapaian luar biasa untuk mengamankan perut rakyat,” tegasnya.
Salah satu gebrakan paling radikal yang dirasakan langsung oleh petani adalah pangkas birokrasi distribusi pupuk bersubsidi. Herry menceritakan rumitnya alur masa lalu yang membutuhkan hingga 125 tanda tangan berjenjang—mulai dari PPL desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, hingga Kementerian Keuangan.
“Sekarang tidak perlu lagi ACC berbelit-belit dari kabupaten atau provinsi. Cukup tiga tanda tangan saja! Bahkan anggaran dari Kemenkeu sudah disiapkan di depan,” jelas Herry.
Baca juga: Dukung Kemandirian Peternak, Kementan Cek Bantuan Hibah Ayam Petelur ke Kelompok di Ciamis
Hebatnya lagi, di tengah krisis pupuk global akibat dampak perang, harga pupuk di Indonesia justru berhasil diturunkan dengan produksi yang tetap aman.
“Ini keajaiban dunia. Negara lain antre meminta pupuk ke kita, seperti Australia yang kemarin meminta 500.000 ton dan kita penuhi sebagian. Tapi prioritas utama Pak Menko tetap mengamankan kebutuhan dalam negeri dulu,” tambahnya.
Keberhasilan ketiga yang disorot adalah ketegasan dalam penyelamatan aset negara. Menghubungkan rekam jejak Zulhas yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan, Herry menyebut pengambilalihan lahan sawit yang berdiri di atas tanah negara kini melesat cepat.
“Zaman dulu itu susah sekali mengambil alih sawit di tanah negara. Sekarang, dalam waktu belum genap dua tahun, sudah berhasil diamankan 5 juta hektar lahan sawit! Bayangkan luasan itu, ini sebuah keberhasilan besar bagi pendapatan dan aset negara,” kata Herry dengan nada kagum.
Revitalisasi Modern: Target 1.000 Kampung Nelayan
Sektor kelautan juga tidak luput dari sentuhan program Kemenko Pangan. Sadar bahwa nelayan kerap terjebak dalam kemiskinan ekstrem akibat fluktuasi harga ikan, pemerintah masif menjalankan program Kampung Nelayan Modern. Setelah sukses membangun 200 titik pada tahun lalu, tahun 2026 ini targetnya melesat menjadi 1.000 titik di seluruh Indonesia.
Setiap Kampung Nelayan yang dulunya kumuh kini direvitalisasi total dengan kucuran anggaran fantastis berkisar Rp 22 miliar per desa. Kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas modern terintegrasi, mulai dari cold storage (gudang pendingin), pabrik es berbahan air laut yang efisien, bengkel kapal (docking), hingga infrastruktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) khusus solar.
Baca juga: Bukan Hanya Penghijauan, Anggota DPR RI Herry Dermawan Ajak Masyarakat Ciamis Tanam Pohon Produktif
“Nelayan itu miskin karena kalau panen melimpah dan tidak laku, ikannya terpaksa dijual murah karena cepat busuk. Dengan adanya cold storage dan pabrik es di Kampung Nelayan, harga ikan bisa stabil dan nelayan jadi sejahtera. Untuk wilayah dapil saya, Pangandaran sudah saya usulkan dan coba satu desa untuk percontohan,” pungkas Herry.
Melalui berbagai capaian riil ini, Herry optimistis target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto berada di jalur yang tepat (on the right track) di bawah komando Menko Pangan Zulkifli Hasan. (Fahmi/R6/HR-Online)

1 hour ago
3

















































