Harapanrakyat.com,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mulai bersiap menghadapi ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem El Nino Godzilla yang diprediksi akan mulai memasuki wilayah Ciamis pada bulan Juni 2026 ini.
Berdasarkan data Kajian Risiko Bencana (KRB) tahun 2023, terdapat 20 kecamatan di Ciamis yang masuk dalam peta rawan kekeringan. Namun, terdapat 3 kecamatan yang menjadi langganan krisis air bersih setiap tahunnya, dan mencakup 15 desa.
Baca Juga: Misteri Pria Diduga Loncat dari Jembatan Cirahong Terungkap, Jasad Ditemukan di Cigembor Ciamis
”Dari pemetaan kami, wilayah yang paling sering dan rutin membutuhkan pasokan air bersih setiap tahun itu ada di Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar, dan Pamarican,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, Jumat (29/5/2026).
Ani menjelaskan, pola cuaca tahun 2026 ini diprediksi hampir sama dengan kondisi ekstrem yang terjadi pada tahun 2023 lalu. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2023, BPBD Ciamis menyalurkan sedikitnya 2 juta liter air bersih untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Mengenai kondisi cuaca saat ini yang terkadang masih turun hujan meski sudah memasuki fase kemarau, Ani menyebut ini karena adanya anomali cuaca.
”Memang prediksi awal musim kemarau itu mulai bulan Mei. Namun, jika saat ini masih terjadi hujan, itu disebabkan oleh adanya anomali cuaca. Prediksi dari BMKG puncak kemarau akan terjadi pada bulan Agustus,” jelasnya.
Belajar dari evaluasi penanganan tahun-tahun sebelumnya, BPBD Ciamis tahun ini mengubah strategi pendistribusian air agar lebih efektif dan efisien.
Baca Juga: Wujudkan Kamtibmas Kondusif, Anggota Polisi Sambangi Salah Satu Ponpes di Cikoneng Ciamis
Antisipasi Musim Kemarau di Ciamis, Masyarakat Diminta Buat Penampungan Air
Maka dari itu, Ani mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah rawan seperti Banjarsari, Banjaranyar dan Pamarican, untuk mulai membuat penampungan air komunal di wilayah masing-masing.
“Kami meminta daerah rawan seperti Banjarsari dan Pamarican serta Banjaranyar untuk menyiapkan penampungan air di wilayah masing-masing,” katanya.
“Jangan sampai terjadi lagi distribusi door-to-door ke rumah-rumah menggunakan jerigen atau wadah kecil. Itu sangat menghambat waktu. Kasihan wilayah lain yang mengantri dan belum kebagian air bersih,” tambah Ani.
Ani menambahkan, langkah antisipasi dan kesiapsiagaan ini juga sudah dikoordinasikan di tingkat Jawa Barat melalui Surat Edaran dari Pemerintah Provinsi. BPBD Provinsi bahkan telah memfasilitasi sosialisasi secara daring yang dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Baca Juga: BGN Setop Operasional Puluhan SPPG di Ciamis, Ini Daftarnya!
”Untuk armada penanganan di lapangan, kami memastikan logistik dan kendaraan saat ini, telah disiagakan 4 unit truk tangki air. Nantinya akan diperkuat dengan dukungan armada dari PDAM Ciamis untuk menyuplai kebutuhan air bersih warga. Mudah-mudahan saja tidak terjadi kekeringan, dan bulan September nanti ada hujan,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

9 hours ago
8

















































