Temuan Mikroorganisme di Batu Purba Berusia 2 Miliar Tahun, Kondisi Masih Hidup

5 hours ago 9

Penemuan mikroorganisme di batu purba berhasil mengejutkan kalangan ilmuwan. Hal ini karena mikroorganisme tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup. Batuan purbanya sudah berusia 2 miliar tahun lamanya.

Baca Juga: Penemuan Fosil Koloni Bakteri Kuno, Sempat Dikira Jejak Hewan Laut Tertua

Siapa sangka jika batuan purba ini menyimpan kehidupan yang ternyata masih aktif. Karena penemuan tersebut, ilmuwan bergegas untuk menelitinya secara lebih mendalam. Hal ini tak lain untuk mengungkap berbagai informasi penting dan menarik lainnya.

Mikroorganisme di Batu Purba Ditemukan Ilmuwan

Awal mula penelitian, kalangan ilmuwan mempelajari batu kuno dari Afrika Selatan. Dalam penelitian tersebut, melibatkan metode pengeboran ultra-dalam. Saat penelitian ini, kalangan ilmuwan lantas membelah batunya dari formasi geologi kuno.

Selama proses pembelahan batu inilah tim ilmuwan menemukan komunitas mikroba. Kumpulan mikroba ini masih bertahan hidup di bagian dalam batu. Mikrobanya memang hidup terisolasi dari dunia luar hingga miliaran tahun lamanya.

Akan tetapi, tim peneliti enggan untuk mengungkap lokasi pastinya. Keputusan untuk merahasiakan lokasi tersebut tidak lain guna melindungi situsnya. Penelitiannya sendiri dilakukan tim internasional yang berasal dari berbagai lembaga.

Dampak Penemuan bagi Dunia Sains

Penemuan mikroorganisme di batu purba ini bukan hanya mengejutkan ilmuwan, namun juga berdampak pada dunia sains. Hal ini karena penemuan tersebut bisa memperdalam pemahaman tentang sejarah evolusi dan perkembangan makhluk hidup. Data dari penemuan ini bisa berpotensi untuk ubah perspektif manusia mengenai proses evolusi kehidupan yang ada di Bumi. Baik itu bagaimana proses evolusinya bermula maupun bertahan sekalipun.

Baca Juga: Teridentifikasinya Fosil Landak Semut Purba di Museum Victoria Research Institute

Lebih dari itu, sebagaimana jurnal Microbial Ecology, rupanya tim riset juga mengonfirmasi bahwa temuan tersebut adalah mikroba tertua di lapisan batu. Setidaknya hal tersebut berlaku pada objek yang pernah ditemukan sejauh ini. Hal ini pun turut memperlihatkan bahwa mikrobanya bisa bertahan hidup meski ekosistemnya sangat ekstrem sekaligus tersembunyi dalam kurun waktu panjang.

Mengingat usia batuannya yang hingga 2 miliaran tahun, termasuk periode jauh sebelum keberadaan oksigen membludak di atmosfer planet Bumi. Karena hal itu, kehidupan di zaman tersebut dinilai sangat sederhana. Ilmuwan pun berpendapat bahwa penemuan ini seperti halnya mendapatkan mesin waktu biologis.

Sebagaimana penjelasan peneliti dari University of Tokyo bernama Yohey Suzuki, penemuannya terbilang mengesankan. Hal ini karena peneliti tak tahu sebelumnya bahwa batu dengan usia 2 miliar tahun dapat ditinggali. Hingga saat ini pun lapisan geologi tertua di dalamnya ada mikroorganisme yang hidup 100 juta tahun di bawah dasar laut.

Berpeluang Membuka Wawasan Soal Genetika

Seiring berjalannya waktu, tim ilmuwan semakin gencar membicarakan temuan mikroorganisme di batu purba ini. Hal ini karena terungkap bahwa mikrobanya memang memiliki evolusi sangat lambat. Proses metabolisme mikroba ini juga sangat hemat energi.

Mikroba tersebut bisa hidup tanpa nutrisi segar maupun cahaya matahari. Dalam bertahan hidup, mikroba ini memanfaatkan mineral yang ada di dalam batuan. Apabila melakukan penelitian secara lebih lanjut dengan mikroba tersebut, tentu bisa menambah wawasan baru mengenai genetika.

Pada dasarnya, peneliti bisa mempelajari DNA maupun genomik mikroba tersebut. Pada akhirnya, hal ini bisa membantu tim ilmuwan untuk memahami evolusi di bumi pada era terawal. Bahkan penelitian ini juga bisa berdampak pada upaya untuk mencari kehidupan lain yang ada di luar planet Bumi.

Riset Lanjutan

Berkaitan dengan penemuan mikroorganisme di batu purba tersebut, ilmuwan tentu perlu melakukan riset lanjutan. Riset ini harapannya bisa menjawab pertanyaan yang fundamental. Misalnya saja alasan kenapa kehidupan dapat bertahan dengan kurun waktu yang sangat lama atau rahasia ketahanan mikroba tersebut.

Perlu untuk diketahui pula bahwa temuan ini memiliki implikasi yang luas di dunia astrobiologi. Hal ini karena kondisi serupa mungkin saja ada di planet lainnya. Misalnya saja di planet Mars. Pencarian kehidupan yang ada di luar planet Bumi memang memperoleh perspektif baru.

Baca Juga: Air Tertua di Bumi Ditemukan, Ungkap Misteri Kehidupan Purba

Penemuan mikroorganisme di batu purba bukan hanya mengejutkan, namun juga bisa menambah wawasan baru. Apalagi tim peneliti batu kuno yang ada di Bumi memprediksi sampel dari planet Mars usianya akan sama dengan batuan di Afrika Selatan tersebut. Hal ini menandakan bahwa penemuan mikroorganisme yang ada di batu purba ini membuat ilmuwan semakin penasaran untuk meneliti sampel di Mars. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |