Pendaftar Sekolah Maung SMAN 1 Banjar Melebihi Kuota, Jalur Akademik Paling Diminati

6 hours ago 11

harapanrakyat.com,- SMAN 1 Banjar, Jawa Barat, kini tengah menjadi sorotan seiring perannya sebagai pelopor transformasi “Sekolah Maung” (Manusia Unggulan). Antusiasme masyarakat terhadap model pendidikan baru ini terlihat jelas, dari membludaknya jumlah pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Baca Juga: SMAN 3 Bandung Sediakan 320 Kursi SPMB di Program Sekolah Maung

Meski sempat diwarnai kendala teknis pada jaringan internet di hari pertama pembukaan, proses seleksi tersebut tetap berjalan lancar.

Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Banjar, Abdus Sodik mengatakan, bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini berlangsung sejak tanggal 25 Mei hingga penutupan pada 29 Mei 2026.

“Alhamdulillah walaupun pada 1-2 hari terkendala teknis jaringan karena baru pendaftaran, namun untuk SPMB Sekolah Maung sampai hari terakhir ini berjalan lancar,” kata Sodik kepada wartawan, Jumat (29/5).

Baca Juga: Pendaftaran Sekolah Maung Dibuka, Dedi Mulyadi Ancam Pecat Kepsek dan Panitia yang Terima ‘Titipan’

Pendaftar Sekolah Maung SMAN 1 Banjar Didominasi Jalur Akademik Rapor

Lanjutnya menjelaskan, pada SPMB ini, SMAN 1 Banjar menyediakan kuota sebanyak 384 siswa. Menurutnya, jumlah pendaftar SPMB sudah melampaui kuota yang ada, yakni 380 siswa. “Walaupun memang tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Lanjutnya menyebut, terdapat empat jalur pendaftaran, yaitu jalur potensi akademik sebesar 10 persen, jalur kompetensi akademik 50 persen. Kemudian, jalur kompetensi minat akademik 20 persen, dan jalur non-akademik 20 persen.

Berdasarkan data panitia, mayoritas calon siswa pendaftar sangat meminati jalur akademik yang menggunakan nilai rapor.

Ia menjelaskan, bahwa sistem pendaftaran Sekolah Maung sudah memiliki ketentuan standar minimal termasuk nilai rapor itu rata-rata nilai di atas 85. Apabila di bawah 85 sistem secara otomatis akan menolak

“Hampir 90 persen dari total pendaftar Sekolah Maung SMAN 1 Banjar memilih jalur akademik nilai rapor. Pilihan kedua yang juga cukup diminati adalah jalur non-akademik. Jadi secara persentase lebih banyak jalur akademik nilai rapor,” jelasnya.

Sodik menambahkan, format Sekolah Maung tidak lagi menggunakan sistem zonasi konvensional. Melainkan terbuka bagi seluruh warga Jawa Barat, khususnya Kota Banjar, selama memenuhi standar nilai.

Baca Juga: SMAN 1 Banjar Bertransformasi Jadi Sekolah Maung, Seperti Apa Perbedaannya?

“Bagi yang tidak terakomodir di sini sudah ada sekolah penyangga dan SMA terdekat. Kemudian ada sekolah swasta yang sudah bekerja sama untuk sistem SPMB,” pungkasnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |