harapanrakyat.com,- Pergerakan tanah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Desa Celak, Kecamatan Gununghalu. Kejadian ini berdampak nyata bagi warga, tercatat sedikitnya empat unit rumah mengalami kerusakan, serta puluhan keluarga lainnya berada dalam zona rawan dan terancam bahaya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya telah menerima laporan resmi dari warga maupun perangkat desa, dan segera mengerahkan tim turun langsung ke lokasi guna melakukan pengamatan serta penilaian awal.
“Kami sudah mendapat informasi jelas mengenai adanya gejala pergerakan tanah di wilayah Gununghalu. Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengirimkan tim untuk mendata kondisi lapangan secara langsung,” ungkap Asep saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Dampak Pergerakan Tanah Gununghalu
Berdasarkan hasil pencatatan di lapangan, kerusakan bangunan mulai terlihat sejak Kamis lalu, 14 Mei 2026 hingga hari ini. Sebanyak empat rumah warga mengalami kerusakan cukup parah, berupa retakan luas pada dinding, lantai yang bergeser, hingga bangunan yang mulai miring akibat pergeseran tanah di bawahnya.
Kondisi ini ternyata tidak hanya mengancam keempat rumah tersebut. BPBD mencatat ada satu wilayah lingkungan yang berisiko terdampak, yang dihuni oleh 37 Kepala Keluarga (KK). Mengingat bahaya yang mengintai, pihak berwenang pun menghimbau masyarakat untuk sementara waktu mengungsi demi keselamatan jiwa.
“Kami mengimbau warga, khususnya yang rumahnya sudah tampak rusak atau berada tepat di jalur pergerakan tanah, untuk segera menyingkir dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.
Baca juga: Pergerakan Tanah Picu Retakan di Tol Cisumdawu, Sistem Contra Flow Diterapkan hingga 4 Bulan
Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya pergeseran tanah tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Namun dugaan sementara mengarah pada struktur lapisan tanah di wilayah tersebut yang dikategorikan labil dan rentan bergerak, terlebih jika dipicu oleh curah hujan maupun beban bangunan.
Guna memastikan penyebab akar dan tingkat bahaya yang ada, BPBD akan segera berkoordinasi erat dengan pihak Badan Geologi. Kajian mendalam akan dilakukan di lokasi, yang nantinya akan menjadi acuan utama dalam menentukan langkah penanganan dan penanggulangan bencana selanjutnya. (Eri/R6/HR-Online)

12 hours ago
12

















































