Sejarah Satpam Indonesia, Lahir untuk Membendung Ancaman Kejahatan Terorganisir 

1 week ago 37

harapanrakyat.com,- Sejarah Satpam di Indonesia atau Satuan Pengamanan sejak awal berdiri menyimpan beberapa hal menarik untuk diketahui. Petugas keamanan yang sering menjadi pemandangan sehari-hari di berbagai tempat, seperti gerbang perkantoran, lobi mal, hingga kompleks perumahan ternyata memiliki cerita sejarah tersendiri. 

Berdasarkan kutipan dari berbagai sumber, kehadiran satpam di Indonesia bukan karena alasan kekurangan personel Polisi. Akan tetapi lahir dari sebuah visi besar untuk membendung ancaman kejahatan terorganisir sebelum sempat mengakar di Indonesia saat itu.

Sejarah Lahirnya Satpam di Indonesia

Di akhir dekade 1970-an, Kapolri Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin menilai ada tantangan besar yang dihadapi saat itu. Jumlah personel kepolisian yang terbatas tidak memungkinkan untuk menjaga setiap sudut wilayah, khususnya area bisnis yang penting, seperti pertokoan dan perkantoran. 

Baca juga: Sejarah Candi Sambisari, Ditemukan Petani yang Sedang Mencangkul setelah Tertimbun Berabad-abad 

Menurutnya, kekosongan keamanan ini akan menciptakan kondisi yang membahayakan, terutama dalam masalah ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas). Namun, Awaloedin, yang menjabat pada periode 1978-1982, tidak melihat ini sekadar sebagai masalah kuantitas semata. 

Kemudian pihaknya bersama Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib), mengembangkan sebuah filosofi keamanan nasional yang lebih luas, yakni Kamtibmas Swakarsa. Konsep ini bertujuan menggalang partisipasi masyarakat untuk mengamankan lingkungannya sendiri. Sementara di area pemukiman, gagasan ini melahirkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

Sementara untuk lingkungan usaha serta perkantoran, Awaloedin merancang komponen yang lebih formal dan profesional, yakni Satpam. Ia melihat bahwa sebelum gagasannya terwujud, bidang pengamanan swasta sudah diisi oleh beberapa perusahaan yang terfragmentasi, sering kali dipimpin oleh purnawirawan ABRI. 

Namun, menurutnya formalisasi melalui Satpam adalah cara negara untuk menstandardisasi dan membina kekuatan ini di bawah satu payung. Sehingga, dengan kehadiran satpam ini, bisa mengisi kekosongan yang mana secara kelembagaan merupakan profesi yang di bawah binaan negara. 

Dari Binaan Polri hingga Profesi Profesional

Jika berkaca di negara lain waktu itu, jasa pengamanan bisa dieksploitasi oleh kelompok kejahatan terorganisir yang menawarkan jasa perlindungan dengan cara pemerasan. Ia pun tidak ingin Indonesia mengalami hal serupa. 

Seperti halnya di Jepang, kelompok Yakuza memberikan pengamanan dan perlindungan untuk pengusaha. Sedangkan di Amerika Serikat menggunakan mafia. 

Baca juga: Menelusuri Sejarah Cagar Alam Pangandaran yang Diproyeksikan Kolonial Jadi Replika Taman Nasional Yellowstone Amerika Serikat

Maka dari itu, pembentukan Satpam menurutnya bukanlah langkah reaktif, melainkan sebuah strategi pencegahan yang sangat visioner. Dengan menciptakan lembaga keamanan swakarsa yang formal, terlatih, dan dibina oleh negara, Indonesia secara proaktif menutup celah bagi kelompok preman untuk berevolusi menjadi sindikat pemeras berkedok pengamanan.

Berangkat dari gagasan visioner itu, akhirnya Awaloedin menerbitkan Surat Keputusan Kapolri pada 30 Desember 1980 tentang pembentukan Satpam. Kemudian, tanggal ini diperingati sebagai Hari Lahir Satpam. 

Sementara itu, dalam struktur ini, Satpam ditetapkan sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas dan berstatus binaan kepolisian. Sedangkan pelatihannya disediakan langsung oleh Polri untuk menjamin standar kompetensi, sementara pembiayaannya ditanggung oleh perusahaan pengguna jasa mereka.

Dari potret singkat sejarah Satpam Indonesia ini, peran keamanan sangat penting bagi masyarakat di semua sektor. Sehingga kehadirannya bisa memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |