Sejarah Candi Sambisari, Ditemukan Petani yang Sedang Mencangkul setelah Tertimbun Berabad-abad 

1 week ago 29

harapanrakyat.com,- Sejarah Candi Sambisari yang berada di Dusun Sambisari, Kalasan, Sleman, Yogyakarta menyimpan sejumlah fakta unik bagi sejarah Indonesia. Menariknya lagi, candi ini pernah lenyap selama berabad-abad setelah ditelan oleh amukan dahsyat Gunung Merapi. 

Setelah melewati waktu yang panjang, penemuan candi yang satu ini terbilang unik dalam rekam jejak arkeologi di Indonesia. Pasalnya, penemuan ini tidak dilakukan melalui ekspedisi ilmiah yang terencana, namun terungkap karena ketidaksengajaan pada tahun 1966 silam. Lalu bagaimana cerita sejarahnya?

Sejarah Penemuan Candi Sambisari Sleman

Penemuan candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini secara tidak sengaja oleh seorang petani yang bernama Arjo Wiyono sedang mencangkul sawah milik Karyoinangun. Namun tiba-tiba Arjo terkejut saat cangkulnya membentur benda keras.

Baca juga: Menembus Kabut di Candi Gedong Songo Semarang, Harmoni Sejarah dan Kemegahan Panorama Lima Gunung

Lantaran penasaran terhadap benda keras tersebut, Arjo pun kemudian memeriksa benda yang dikira batu biasa tersebut. Ternyata, batu yang terkena cangkulnya itu tak seperti batu pada umumnya. Pasalnya secara bentuk terdapat ukiran yang kemudian setelah diteliti adalah puncak dari candi yang terkubur.

Kemudian, penemuan sederhana Arjo Wiyono ini pun membuat pemerintah serta peneliti melakukan proses ekskavasi dan upaya pemugaran candi. 

Berdasarkan dari sisi bentuknya, seluruh kompleks candi utama dan perwaranya, terbuat dari batu andesit kokoh yang berdiri 6,5 meter di bawah permukaan tanah di sekitarnya. Kondisi ini membuat masyarakat sering menjuluki situs tersebut sebagai candi bawah tanah. Meski begitu, sebenarnya candi ini tidak dibangun di dalam tanah. Akan tetapi, timbunan material vulkanik berupa pasir dan bebatuan lahar dari letusan dahsyat Gunung Merapi berabad-abad silam menyebabkan posisinya terpendam. 

Saat ini, para pengelola telah menggali dan menata apik area di sekeliling candi. Pemandangannya juga sangat dramatis, yakni kompleks candi seolah muncul dari dalam bumi, dilindungi tembok keliling dari batu putih yang kontras, dan menciptakan lanskap seperti kastil di tengah taman yang cekung.

Penelitian Ahli

Timbul banyak pertanyaan mengapa kompleks candi bisa terkubur begitu dalam setelah sekian lama? Para ahli memperkirakan letusan dahsyat Gunung Merapi pada tahun 1006 Masehi menjadi jawabannya. 

Lahar dingin yang menimbun candi ini diperkirakan datang dari Sungai Kuning, yang terletak hanya sekitar 300 meter di sebelah barat lokasi penemuan. Para ahli geologi menyimpulkan bahwa ini bukan sekadar letusan biasa. 

Baca juga: Candi Bojongmenje Bandung, Warisan Tertua Sejak Abad 6 Masehi

Mereka menggambarkan peristiwa ini sebagai Erupsi Katastrofik yang terjadi akibat gabungan tiga jenis tenaga alam, yakni tenaga tektonik, vulkanik, dan gravitasi. Kombinasi langka tersebut memicu keruntuhan struktural besar pada tubuh Merapi, dan melepaskan volume material vulkanik luar biasa. Sehingga, dari material inilah yang kemudian menelan Candi Sambisari.

Selain itu, Candi Sambisari diketahui merupakan candi Hindu yang dibangun untuk memuja Dewa Siwa. Bukti utamanya adalah keberadaan lingga dan yoni, simbol kesuburan, yang berukuran besar dan berdiri kokoh di dalam bilik candi utama. 

Arca-arca dewa Hindu yang para peneliti temukan di relung dinding luar turut memperkuat fungsi pemujaan ini, Durga Mahisasuramardini di sisi utara, Ganesha di sisi timur, dan Agastya di sisi selatan.

Menariknya, dua arca dewa penjaga pintu, Mahakala dan Nandiswara, tidak ditemukan di relung pintu masuk sebagaimana mestinya. Para arkeolog baru menemukan keduanya kemudian selama proses ekskavasi. 

Temuan ini menambah kepingan puzzle dari sejarah candi yang tercerai-berai. Apalagi peneliti juga menemukan lempengan emas kecil dengan inskripsi penting. Inskripsi yang diperkirakan berasal dari abad ke-9 Masehi itu berbunyi Om siwa sthana, yang berarti “Hormat, pembuatan tempat bagi Dewa Siwa”. Kemudian, inskripsi ini secara definitif memastikan bahwa sejarah Candi Sambisari ini adalah warisan kerajaan Mataram Kuno yang didedikasikan sebagai tempat suci pemujaan Siwa. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |