Respon DKP3 Kota Banjar Soal Kenaikan Pakan Ayam Petelur yang Memberatkan Peternak 

11 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Banjar, Jawa Barat, merespon keluhan peternak ayam petelur soal rendahnya harga penjualan telur ayam ras di tingkat peternak. Selain itu, mereka juga menanggapi kenaikan harga pakan.

Kepala Bidang Peternakan DKP3 Kota Banjar, Yadi Mulyadi, mengatakan, jumlah peternak ayam petelur mandiri yang terdata di Kelompok Tani sebanyak 30 orang. Mereka tersebar di 4 Kecamatan.

Baca juga: Harga Anjlok, Peternak Ayam Broiler di Kota Banjar Merugi

Namun, sejak tahun 2022 hanya sekitar 20 persen peternak ayam petelur yang masih bertahan sampai sekarang ini. Kendalanya rata-rata karena berat di pembelian pakan. “Dari 30 total peternak ayam petelur mandiri yang terdaftar tinggal 20 persen yang masih bertahan,” kata Yadi, Selasa (16/6/2026).

Lanjutnya menjelaskan harga pakan yang cenderung terus mengalami kenaikan akibat bahan baku seperti tepung ikan, tepung, dan kedelai untuk bahan pakan masih impor. Oleh karena itu, harga pakan untuk peternak menjadi terpengaruh. Kalaupun pakan meramu sendiri ketersediaan bahan baku kadang sulit didapat oleh peternak. “Terkait pembelian ayam petelur di tingkat peternak itu kembali ke hukum pasar melihat kondisi suplai dan demain,” jelasnya.

Lanjutnya menyarankan kepada para peternak ayam petelur untuk ikut bergabung dalam koperasi/paguyuban unggas. Hal ini sebagai salah satu solusi dari pemerintah. Dengan demikian, para peternak nantinya bisa mendapatkan subsidi salah satu bahan pokok pakan berupa jagung.

Menurutnya, untuk Kota Banjar belum ada peternak ayam petelur belum yang tergabung dengan Koperasi maupun paguyuban unggas petelur. “Peternak bisa gabung paguyuban unggas petelur Priangan Timur juga bisa. Kami Dinas hanya memberi pengantar atau surat rekomendasi,” ujarnya.

Baca juga: Kecelakaan Kerja di Pabrik Kayu Kota Banjar, Seorang Karyawan Meninggal Dunia Terjepit Mesin

Sebelumnya, pengelola peternakan ayam petelur mandiri di wilayah Purwaharja, Yayat Yudiana mengeluhkan rendahnya harga pembelian telur ayam ras di tingkat peternak.

Harga pembelian telur ayam ras di tingkat peternak di kisaran Rp 22 ribu-Rp 22.500 per kg. Sementara itu, harga pakan terus merangkak naik. Pemerintah akhirnya menetapkan harga acuan pembelian telur ayam ras di tingkat peternak Rp 26.500 per kilogram. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |