harapanrakyat.com,- Program Pendidikan Karakter Melesat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terus berjalan secara konsisten dan memberikan dampak positif bagi peserta didik. Salah satu implementasi nyatanya terlihat dari rutinitas siswa melaksanakan sholat dhuha berjamaah di lingkungan sekolah.
Program unggulan gagasan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama Wakil Bupati Ino Darsono ini telah berhasil menerapkannya pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Baca Juga: Bukan Kirim ke Barak TNI, Ini Cara Bupati Pangandaran Atasi Siswa Bermasalah
Melalui pendekatan religius, Program Pendidikan Karakter Melesat Pangandaran diharapkan mampu membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik. Tetapi juga agamis serta memiliki budi pekerti luhur.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi menegaskan, peran tenaga pendidik sangat krusial dalam keberhasilan ini.
“Semua tenaga pendidik atau guru secara konsisten menjalankan program ini. Terutama dalam membiasakan sholat dhuha berjamaah,” kata Soleh, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: SDN 1 Babakan Pangandaran Bakal Jadi Sekolah Percontohan Modern, Bisa Wisata Edukasi
Variasi Kegiatan Program Pendidikan Karakter Melesat di Pangandaran
Selain sholat dhuha yang merupakan bagian dari Pendidikan Pancawala, para siswa juga dibiasakan untuk membaca surat-surat pendek di dalam kelas sebelum memulai proses belajar mengajar.
Untuk memperkuat karakter, rasa kebersamaan, dan cinta tanah air, sekolah juga menerapkan berbagai kegiatan penunjang seperti Pramuka, kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Serta botram atau tradisi makan bersama untuk memupuk kerjasama.
Menurut Soleh, seluruh rangkaian kegiatan Program Pendidikan Karakter ini telah berjalan secara konsisten selama satu tahun masa jabatan Bupati Pangandaran.
Baca Juga: Disdikpora Pangandaran Wajibkan Siswa Bawa Bekal Makanan dari Rumah
Ke depannya, akselerasi Pendidikan Karakter Melesat Pangandaran akan terus dipacu agar sekolah berfungsi lebih dari sekadar tempat menimba ilmu akademik. Pemerintah daerah ingin menjadikan sekolah sebagai ruang pembelajaran kehidupan yang nyata.
Hal ini bertujuan agar siswa memiliki bekal yang kuat setelah lulus, yaitu menguasai pelajaran sekaligus memiliki landasan moral yang kokoh dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. (Kiki/R3/HR-Online/Editor: Eva)

6 hours ago
4

















































