Gaji ASN Garut Terlambat Satu Pekan, Bupati Syakur Ungkap Penyebabnya

3 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) Garut, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, sempat mengalami penundaan hingga lebih dari satu pekan. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan ribuan pegawai yang bergantung pada penghasilan bulanan tersebut.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memberikan penjelasan resmi terkait kendala ini. Menurutnya, keterlambatan tersebut disebabkan oleh adanya proses verifikasi tahunan yang dilakukan oleh setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Proses verifikasi ini dianggap krusial karena adanya perubahan data pegawai pada awal tahun yang memerlukan pencocokan ulang secara teliti. Syakur menegaskan bahwa kendala bukan terletak pada ketersediaan anggaran, melainkan pada ketelitian administratif.

Baca Juga: DPKP Ciamis Anugerahkan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun kepada Dua ASN Berprestasi

“Pemerintah Kabupaten memiliki dana, tapi verifikasi harus hati-hati karena ternyata banyak perubahan-perubahan,” ujar Syakur dalam rapat koordinasi di Pemda Garut, Senin (12/1/2026).

Kapan Gaji ASN Garut Cair?

Meskipun sempat tertunda, Bupati memastikan bahwa persoalan ini akan segera tuntas. Sebagian besar gaji pegawai kabarnya telah mulai masuk ke rekening masing-masing sejak Jumat, 9 Januari 2026, hingga Senin, 12 Januari 2026.

Ada beberapa poin penting terkait status pencairan. Bupati Garut menyebutkan, terdapat sekitar 18 ribu ASN yang bertugas di tingkat SKPD, Badan, hingga Kecamatan yang terdampak.

Meski begitu, ia menjamin dana sudah ada dan tidak ada kendala anggaran yang berarti. Sehingga, gaji ASN di Garut dipastikan cair sepenuhnya dalam minggu ini.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Instruksikan Pemda Posting Anggaran Belanja di Medsos, Ini Kata Bupati Garut

Bupati Syakur menambahkan, fenomena ini tergolong unik karena terjadi di awal tahun akibat siklus verifikasi tahunan. Ia pun mengimbau para pegawai untuk tetap tenang, karena proses terus berjalan dan keamanan dana tetap terjaga.

Meski pemerintah menyatakan sebagian besar gaji sudah cair, namun masih ada pegawai yang mengaku belum menerima hak mereka.

Salah seorang staf di lingkungan Pemda Garut mengungkapkan bahwa saldo di rekeningnya masih belum bertambah hingga Senin (12/1/2026) pagi. “Lihat saja, masih segini (Rp 60 ribu) kan. Artinya belum masuk,” keluh salah seorang staf yang enggan disebutkan namanya. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |