Pesona Kajoetangan Heritage, Destinasi Wisata Sejarah Paling Estetik di Kota Malang

6 hours ago 10

Kota Malang yang mendapat julukan sebagai Paris of East Java memiliki sebuah permata sejarah di jantung kotanya yang kini menjadi destinasi favorit wisatawan, yaitu Kajoetangan Heritage.

Kawasan yang terletak di wilayah Kecamatan Klojen ini bukan sekedar pemukiman biasa, melainkan saksi bisu perkembangan peradaban Malang sejak abad ke-13 hingga masa kolonial Belanda.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Budaya Indonesia, Destinasi Edukasi Terpopuler untuk Mengisi Libur Sekolah

Kajoetangan Heritage dan Misteri di Balik Namanya

Nama dari kawasan Kajoetangan (ejaan lama dari Kayutangan) memiliki daya tarik sejarah yang unik dengan setidaknya empat versi asal-usul. Sejarawan menyebutkan bahwa nama ini sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Kediri dan Singasari. Hal ini merujuk pada hutan “Patangtangan” yang tertulis dalam Serat Pararaton.

Versi populer lainnya menyebutkan nama ini berasal dari pohon liar yang menyerupai tangan manusia. Atau keberadaan papan penunjuk arah kayu berbentuk tangan yang dulu terpasang di pertigaan jalan menuju Surabaya, Blitar, atau Batu.

Bagi pecinta fotografi, Kajoetangan Heritage adalah surga spot foto retro yang menawarkan setidaknya 12 titik ikonik. Mulai dari rumah bergaya Hindia Belanda yang berdiri sejak 1870, hingga Gereja Hati Kudus Yesus berarsitektur Neo-Gothic dari tahun 1905.

Selain itu, area Kali Sukun telah disulap menjadi kawasan estetik dengan pagar bergaya Eropa. Serta mural tiga dimensi yang memberikan suasana seperti kanal-kanal di Amsterdam.

Baca Juga: Soul of Braga: Menelusuri Lorong Waktu dan Jejak Kuliner Legendaris di Jantung Kota Bandung

Kawasan Kajoetangan Heritage juga selangkah lebih maju dengan mengemas wisata sejarah secara modern melalui pemasangan QR Code di berbagai bangunan cagar budaya.

Pengunjung cukup memindai kode tersebut untuk mendapatkan informasi detail mengenai sejarah bangunan. Bahkan tersedia aplikasi ARchive berbasis Augmented Reality untuk pengalaman cerita yang interaktif.

Nikmati Warisan Kuliner Legendaris

Tak lengkap rasanya mengunjungi kawasan ini tanpa mencicipi warisan kuliner di sekitar Kajoetangan Heritage. Seperti Toko Oen yang legendaris sejak 1930, Sate Gebug, maupun Es Talun yang segar.

Baca Juga: Wisata Desa BMJ Mojopahit: Pelarian Estetik di Jantung Mojokerto

Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, yakni Rp 5.000, pengunjung sudah bisa mendapatkan souvenir berupa kartu pos bergambar bangunan kuno sebagai kenang-kenangan.

Keberhasilan pengelolaan kawasan ini tidak lepas dari peran Pokdarwis yang bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga kelestarian bangunan cagar budaya. Sekaligus juga memberdayakan ekonomi warga.

Dengan deklarasi Wali Kota Malang yang menjadikannya sebagai Ibu Kota Heritage Malang Raya, kawasan Kajoetangan Heritage akan terus berkembang sebagai ikon pariwisata sejarah di Jawa Timur. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |