Mengunjungi Monumen Pancasila Sakti, atau yang terkenal dengan sebutan Lubang Buaya, bukan sekedar melakukan perjalanan wisata biasa, melainkan sebuah upaya untuk menelusuri kembali jejak perjuangan bangsa.
Kawasan bersejarah seluas 14,6 hektare yang terletak di Jakarta Timur ini menjadi saksi bisu peristiwa kelam Gerakan 30 September (G30S/PKI) pada tahun 1965.
Baca Juga: Pesona Kajoetangan Heritage, Destinasi Wisata Sejarah Paling Estetik di Kota Malang
Mengenal Sejarah Monumen Pancasila Sakti
Berdiri megah di kawasan Lubang Buaya, monumen tersebut diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 1 Oktober 1973. Tujuan utama pembangunan monumen ini adalah untuk mengenang jasa tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur dalam upaya mempertahankan ideologi Pancasila dari ancaman komunisme.
Lokasi yang kini menjadi Monumen Pancasila Sakti itu dulunya merupakan kebun kosong. PKI menggunakan kebun ini sebagai pusat latihan, kemudian menjadikannya tempat pembuangan para perwira TNI.
Para pengunjung yang datang ke dapat menyaksikan berbagai bukti sejarah melalui fasilitas yang tersedia. Antara lain sumur tua sedalam 12 meter yang menjadi lokasi penemuan jenazah tujuh Pahlawan Revolusi.
Museum Pengkhianatan PKI menyajikan 34 diorama yang menggambarkan rentetan pemberontakan PKI di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga: Pesona Wisata Kota Lama Semarang: Sejarah Little Netherland dan Magnet Investasi Masa Depan
Kemudian, Gedung Paseban berisi 16 diorama terkait persiapan G30S. Serta ruang relik yang menyimpan pakaian asli para korban yang masih bernoda darah.
Selain itu, bangunan bersejarah meliputi Rumah Penyiksaan, Pos Komando, dan Dapur Umum. Kondisi semua bangunan tersebut tetap dipertahankan sesuai aslinya di dalam kompleks Monumen Pancasila Sakti.
Ada pula kendaraan mobil dinas Ahmad Yani, Jeep Toyota Soeharto, hingga Truk Dodge yang digunakan saat peristiwa G30S terjadi.
Informasi Tiket dan Tips Berkunjung
Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Monumen Pancasila Sakti, harga tiket masuk untuk umum Rp 5.000. Sementara untuk pelajar atau mahasiswa tiketnya hanya Rp 3.000.
Museum ini beroperasi setiap Selasa hingga Minggu pukul 08.00 – 15.30 WIB, dan tutup pada hari Senin untuk perawatan koleksi.
Baca Juga: Rekomendasi Destinasi Wisata Edukasi Ini Cocok untuk Dikunjungi Saat Libur Sekolah
Jangan lupa bawa uang tunai karena loket tiket hanya melayani pembayaran tunai. Serta gunakan pakaian yang nyaman karena area Monumen Pancasila Sakti sangat luas untuk dijelajahi.
Setelah selesai berkeliling, Anda bisa menikmati kuliner di sekitar lokasi seperti Mie Ayam Wonogiri Pak Min, atau bersantai di kedai kopi seperti Malama Coffee.
Mengunjungi Monumen Pancasila Sakti merupakan cara terbaik untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Sekaligus menghormati pengorbanan besar para pahlawan bangsa. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

2 hours ago
3

















































