Persib Bandung Sayangkan Pesan Ancaman Pembunuhan kepada Thom Haye

4 hours ago 3

harapanrakyat.com,- PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) buka suara atas pesan yang berisikan ancaman pembunuhan kepada Thom Haye, seusai laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu 11 Januari 2026.

Head of Communications PT PBB, Adhi Pratama mengaku pihaknya sangat menyayangkan atas pesan bernarasikan rasisme, ujaran kebencian. Hingga ancaman pembunuhan kepada Thom Haye melalui media sosial (medsos).

Menurutnya, sepak bola bukan tempat untuk kekerasan, baik verbal, ancaman, serta rasisme. Sebab, sepak bola ini merupakan tempat untuk fair play, menjunjung tinggi sportivitas, dan rasa saling menghormati ketika di dalam maupun luar lapangan.

Baca Juga: Bentrok Oknum Jakmania dan Bobotoh Pecah di Sawangan Depok, Satu Orang Luka Parah!

“Kami menyayangkan pesan ancaman pembunuhan kepada Thom Haye lewat medsos setelah pertandingan kemarin. Harusnya itu tidak terjadi, karena sepak bola itu ruang fair play, pemersatu, dan tempat untuk saling menghormati di dalam dan di luar lapangan,” kata Adhi melalui keterangan resminya, Senin (12/1/2026).

Pesan Ancaman Pembunuhan kepada Thom Haye adalah Pelanggaran

Pihaknya pun memahami rivalitas merupakan bagian dari dinamika kompetisi. Apalagi laga derby yang mempertemukan Persib Bandung dengan Persija Jakarta.

Namun, rivalitas yang terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola seharusnya tidak boleh berubah menjadi kebencian hingga ancaman keselamatan individu.

“Kritik mengenai permainan itu wajar, tapi rasisme, intimidasi. Bahkan ancaman keselamatan nyawa itu merupakan pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Dengan begitu, Persib Bandung mendukung dan mengajak semua insan sepak bola, mulai dari klub hingga suporter untuk mengkampanyekan ‘Stop Racism’.

Baca Juga: Miris! Keluarga Thom Haye Terima Ancaman Pembunuhan Usai Derby Persib vs Persija‎‎

Hal itu bertujuan untuk menjaga iklim persepakbolaan Indonesia agar tetap aman, sehat, dan bermartabat. Apalagi, saat ini sebagian besar suporter telah menjunjung sportivitas dan menolak segala bentuk kekerasan.

“Kami yakin, melalui kesadaran kolektif dan tanggung jawab bersama, sepak bola Indonesia bisa terus tumbuh menjadi hiburan yang menjunjung tinggi nilai fair play, inklusif. Serta membanggakan,” kata Adhi. (Reza/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |