Penemuan Bintang Siwarha Terungkap, Tersembunyi di Sekitar Betelgeuse

3 days ago 11

Belum lama ini, NASA berhasil mengungkap penemuan bintang Siwarha di sekitar Betelgeuse. Hasil temuan tersebut berhasil diungkap oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble. Di mana, teleskop NASA mendeteksi adanya jejak gas dari bintang pendamping Betelgeuse. Penemuan tersebut menjadi bagian penting untuk memecahkan misteri di Betelgeuse sebelumnya. 

Baca Juga: Bintang Muda Fomalhaut, Bintang Paling Terang yang Kesepian

Penemuan Bintang Siwarha oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble

Sebelumnya, ilmuwan Harvard dan Smithsonian berhasil melacak adanya pergerakan gas padat yang berputar-putar di Betelgeuse. Setelah mengumpulkan data selama delapan tahun terakhir, tim peneliti akhirnya berhasil memecahkan misteri yang selama ini jadi pertanyaan penting. Misteri tersebut berkaitan dengan perubahan cahaya yang berlangsung aneh di Betelgeuse, bintang raksasa berwarna merah. 

Keberadaan Siwarha Terdeteksi

Setelah menjalani penelitian mendalam, para ahli berhasil mengungkap bahwa Siwarha ternyata rutin menerobos lapisan atmosfer terluar dari bintang induknya. Hasil penelitian ini sudah terpublikasi dalam jurnal ilmiah di The Astrophysical Journal. Bahkan, jurnal ilmiah tersebut sudah dipresentasikan dalam pertemuan American Astronomical Society ke-247 yang berlangsung di Phoenix.

Sebagai informasi, Betelgeuse berjarak kurang lebih 650 tahun cahaya dari Bumi. Betelgeuse ini merupakan salah satu bintang terbesar yang populer di kalangan peneliti. Kabarnya, ukuran bintang tersebut begitu besar, sehingga para astronom sering mengamatinya untuk mempelajari berbagai tahap akhir dari kehidupan bintang. 

Setelah melakukan pengamatan lebih jauh, sejumlah observatorium darat dan data dari Hubble akhirnya berhasil mengungkap penemuan bintang Siwarha. Para ilmuwan dari NASA mengkonfirmasi bahwa mereka melihat adanya perubahan kecepatan dan arah gas. Perubahan ini rutin terjadi setiap bintang pendamping bernama Siwarha tersebut melintas. 

Satu hal yang cukup menarik, penemuan bintang pendamping di dekat Betelgeuse bisa menjelaskan beberapa pertanyaan penting dari peneliti. Misalnya saja, mengapa bintang super raksasa merah mengalami perubahan kecerahan periodik. Di mana, perubahan ini terjadi dalam skala bertahun-tahun. 

Asal Penamaan Bintang Pendamping Siwarha

Lewat kamera pencitraan canggih, ilmuwan senior di Ames, Steve Howell berhasil mendeteksi bintang pendamping redup. Penemuan ini berlangsung tepat di objek yang diprediksi. Di mana, objek terlihat mengorbit tepi luar Betelgeuse dengan posisi yang sangat dekat. 

Asal penamaan bintang Siwarha sendiri merupakan inisiatif dari Howell. Kabarnya, nama bintang Betelgeuse berasal dari bahasa Arab yang artinya tangan al-Jawza, sosok perempuan terkenal dari legenda Arab kuno. Sesuai namanya, Howell kemudian memberikan nama bintang yang mengorbit Betelgeuse sebagai Siwarha. Penamaan tersebut memiliki arti gelangnya.

Baca Juga: Rasi Bintang Cassiopeia, Konstelasi Unik Berbentuk W di Langit Utara

Interaksi Bintang Cukup Panjang

Penemuan bintang Siwarha membawa hasil analisis yang cukup menarik. Para peneliti berhasil mengidentifikasi bahwa bintang Siwarha dan Betelgeuse memiliki interaksi dalam siklus yang cukup panjang. Diperkirakan bahwa siklus interaksi ini terjadi sekitar 2.100 hari atau setara setiap 6 tahun sekali. 

Interaksi unik dari kedua bintang pun menciptakan sebuah efek riak atau bergelombang. Efek ini terbentuk di atmosfer gas yang sebelumnya sulit dijelaskan oleh para ilmuwan.

“Ini agak mirip perahu yang bergerak di air. Penemuan bintang pendamping (Siwarha) ciptakan efek riak di atmosfer Betelgeuse yang dapat kita lihat dalam data,” ungkap penulis utama studi, Andrea Dupree. 

Tantangan Penelitian Siwarha

Sebenarnya, fluktuasi kecerahan dan perubahan kecepatan pada Betelgeuse sudah lama memberikan petunjuk bahwa bintang ini tidak sendirian. Para ilmuwan menduga bahwa kemungkinan ada bintang pendamping yang menemani Betelgeuse. Hanya saja, cahaya Betelgeuse yang terang membuat bintang jadi lebih kecil dan redup, sehingga sulit diamati secara langsung. 

Tantangan pun muncul karena proses pengamatan bintang pendamping berlangsung sangat terbatas. Sebab, ilmuwan hanya memiliki waktu beberapa bulan untuk melihat ketika bintang pendamping berada pada jarak terjauh dari Betelgeuse. Setelah momen berlalu, ilmuwan harus menunggu 3 tahun lagi hingga bintang pendamping tersebut kembali ke posisinya untuk diamati, tanpa tertutup cahaya Betelgeuse.  

Baca Juga: Fenomena Menarik Bintang di Galaksi Andromeda

Setelah penemuan bintang Siwarha berhasil terungkap, kini para astronom tengah merencanakan pengamatan baru ketika pendamping tersebut muncul kembali. Ilmuwan meneliti bahwa Siwarha akan kembali terlihat di balik Betelgeuse sekitar tahun 2027 mendatang. Lewat penemuan Siwarha ini, diharapkan ilmuwan bisa mengungkap lebih banyak misteri yang masih menjadi tanda tanya soal bintang super raksasa lainnya. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |