Mengenal Berbagai Kesenian Khas Suku Baduy di Banten

19 hours ago 7

Materi kesenian khas Suku Baduy di Banten memang menarik menjadi topik pembahasan. Kendati zaman terus mengalami perkembangan hingga mampu menggerus nilai-nilai kearifan lokal, namun suku di wilayah Banten ini menolak punah. Suku Baduy senantiasa melestarikan warisan kesenian lokal setempat hingga eksistensinya masih ada hingga saat ini.

Baca Juga: Asal-usul Sebutan Baduy, Memegang Teguh Kearifan Lokal

Ragam Kesenian Khas Suku Baduy di Banten

Suku Baduy berada di Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Banten. Desa ini mempunyai beberapa potensi. Mulai dari wisata alam, religi, budaya, dan potensi lain seperti kerajinan tenun, pertunjukan, maupun kesenian tradisional khas. Misalnya angklung, karinding, dan masih banyak lagi lainnya.

Melansir dari buku Etnografi Adat Baduy yang merupakan karya Ahmad Yani, ada 9 kesenian di masyarakat Baduy. Semuanya menjadi identitas budaya setempat yang masih eksis hingga kini. Berikut 9 kesenian tersebut selengkapnya!

Angklung Buhun dan Karinding

Kesenian khas Suku Baduy yang pertama adalah Angklung Buhun. Ini merupakan kesenian tradisional nusantara yang berwujud angklung. Biasanya, alat ini terbuat dari bahan bambu seperti halnya kesenian angklung yang terdapat di Jawa Barat pada umumnya.

Akan tetapi, terdapat perbedaan yang cukup mencolok. Pasalnya, angklung-angklung masyarakat Baduy memiliki ukuran besar. Bahkan, tingginya bisa mencapai 50 hingga angka 150 cm. Di setiap set Angklung Buhun tersebut terdiri atas 9 buah angklung.

Beberapa diantaranya Dongdong, Indung, Engklok, Gunjing, Ringkung Trolok, Indung Leutik dan terakhir dua buah Roer. Untuk mengiringi alat musik tradisional ini biasanya menggunakan 3 buah Bedug. Untuk ukurannya besar maupun kecil yang kerap dinamakan Talinting dan Ketug.

Kedua, ada alat musik Karinding. Ini merupakan alat kesenian yang cukup unik. Pasalnya, dalamnya terbuat dari bilah bambu berdiameter 2-3 cm. Sementara itu, panjang karinding sekitar 50-60 cm plus sempalan di bagian ujung bambu berukuran kira-kira 5 cm.

Gambang

Ketiga, ada kesenian khas Suku Baduy bernama Gambang. Ini merupakan kesenian yang bentuknya menyerupai gamelan. Biasanya, keberadaannya dimanfaatkan untuk memberikan hiburan saat perayaan nikah, khitan, atau pesta panen warga setempat.

Kemudian alat musik ini terdiri atas 2 buah Go’ong dari kuningan. Lalu 2 Saron berisi 6 not juga berbahan dasar dari kuningan. Terakhir, satu kromong terdiri atas 18 not serta satu gambang dengan total 18 not yang semuanya terbuat dari material kayu.

Baca Juga: Sejarah Urang Baduy, Penjaga Ekosistem di Pedalaman Banten

Sedangkan, untuk mengiringi alat musik tradisional ini menggunakan Piul. Ini mirip seperti Biola dengan menggunakan 4 kawat serta suling 6 lubang. Selain itu, lagu-lagu yang kerap dimainkan yakni lagu Sunda Buhun seperti Paris, Kageuringan dan Handeuleum. Ada juga lagu Kembang Beureum dan Aceup, hingga Goletrak serta Rendeu Beureum. 

Suling, Kumbang, dan Tarawelet 

Keempat, ada alat kesenian musik suling. Ini merupakan alat kesenian dari bambu yang dalamnya berisi lubang. Seseorang bisa memainkannya dengan cara ditiup seperti seruling pada umumnya. Sementara itu, ukuran panjang alat musik tersebut sekitar 50 cm.

Kelima, ada alat kesenian kumbang yang masih sejenis dengan suling. Hanya saja, bedanya jumlah lubang Kumbang sebanyak 4 buah. Keenam, ada kesenian khas Suku Baduy bernama Tarawelet. Ini sejenis alat musik suling dan juga kumbang, tapi panjangnya sekitar 15 cm dengan jumlah lubang 5 buah.

Seni Ukir

Selanjutnya, kesenian khas Suku Baduy nomor 7 ada seni ukir. Seni ukir masyarakat suku Baduy sebatas ukir gagang golok, pisau, kolenjer, dan alat tenun. Selain itu, ada juga alat untuk menganyam dalam pembuatan Koja dan tempat gong. 

Motif ukiran yang ada pada bagian kesenian di atas sangat sederhana. Akan tetapi, ukiran tempat gongnya terdapat dua ular naga yang saling berhadapan. Motif ukiran ular ini berasal dari luar Baduy. Sedangkan pada Kolenjer dibuat di sisi bambu yang dalamnya terdapat gambar binatang serta petak perhitungan waktu bagi seseorang.

Seni Gambar dan Tarik Suara

Kedelapan, ada seni gambar yang sudah lama terkenal oleh suku Baduy. Sementara itu, masyarakat baru mulai mengenal tulisan belum lama. Mengingat adanya bukti kolenjer yang tertuang di kertas putih. Kolenjer sendiri merupakan alat penanggalan bersifat tradisional dari masyarakat Suku Baduy.

Kesenian khas Suku Baduy yang terakhir ada seni tarik suara. Ini umumnya dimanfaatkan untuk mengiringi musik gambang dan juga Angklung Buhun saja.

Baca Juga: Bocah Baduy Viral, Diduga Kebal Suntik Vaksin, Jarum Tak Tembus Kulit

Semua kesenian khas Suku Baduy di atas menjadi kekayaan budaya setempat yang harus senantiasa terjaga kelestariannya. Mereka konsisten mempertahankan tradisi setempat dan menjalani hidup sederhana. Bahkan menjaga hubungan baik dengan alam. Terlepas dari hal itu, kesenian khas Suku Baduy memang menarik kita ketahui. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |