harapanrakyat.com,- Kebakaran hebat terjadi di sebuah rumah yang dijadikan pabrik makaroni di Dusun Cikatomas, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dan luka akibat kejadian kebakaran tersebut. Namun pemilik bangunan mengalami kerugian material sebesar Rp 200 juta.
Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, 7 Kios di Panumbangan Ciamis Terbakar Dini Hari
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan adanya bangunan rumah yang terbakar. Setelah itu, UPTD Damkar Ciamis langsung menerjunkan 5 orang personil dan 2 unit pancar.
“Pemilik bangunan rumah yang terbakar itu milik Herman Taufik (35) warga Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya. Jadi rumah tersebut dijadikan juga sebagai pabrik makaroni,” katanya.
Budi menjelaskan, berdasarkan informasi personil di lapangan, awal mula api diketahui oleh tetangganya karena pada saat itu mendengar suara letupan-letupan. Lalu saat dicek, ternyata suara tersebut berasal dari api yang membakar bangunan milik Herman Taufik.
“Setelah melihat kejadian itu, sontak warga tersebut menghubungi aparat desa setempat. Kemudian aparat desa langsung menghubungi UPTD Damkar Ciamis, untuk meminta bantuan pemadaman kebakaran tersebut,” jelasnya.
Kebakaran Pabrik Makaroni Rumahan, Damkar Ciamis Padamkan Api Selama 4 Jam
Saat tiba di lokasi kejadian, sambungnya, petugas UPTD Damkar Ciamis langsung melaksanakan penanganan pemadam terhadap objek yang terbakar tersebut.
“Kita mendapatkan laporan itu pukul 03.17 WIB dan langsung berangkat, lalu tiba pukul 03.27 WIB. Selesai penanganan kebakaran itu sekitar pukul 07.00 WIB, menggunakan 2 unit pancar dan 5 orang personel,” tuturnya.
Baca Juga: Api Hanguskan Lumbung Padi Poktan Sederhana di Bantardawa Ciamis, Diduga Akibat Pembakaran Sampah
Budi menyebut, bangunan rumah pabrik makaroni yang terbakar tipe permanen dengan luas sekitar 10 x 15 meter. Sementara untuk penyebabnya sendiri, diduga dari tungku penggorengan, dan taksiran kerugian sekitar Rp 200 juta.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu. Hanya saja pemilik bangunan mengalami kerugian material sekitar Rp 200 juta,” ucapnya.
Baca Juga: Damkar Ciamis Berjibaku 11 Jam Padamkan Kebakaran Gunungan Merang di Kawasen Banjarsari
Budi menambahkan, selain melakukan penanganan kebakaran terhadap pabrik makaroni, personil juga mensosialisasikan nomor tunggal panggilan darurat 112 kepada masyarakat. “Sosialisasi ini supaya jika terjadi hal serupa bisa langsung menghubunginya,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

3 days ago
14

















































