Fenomena Wolf Moon Terjadi di Awal Tahun 2026, Ini Jadwalnya

1 week ago 58

Sepanjang tahun 2026 akan muncul peristiwa istimewa termasuk fenomena Wolf Moon. Fenomena ini kerap disebut bulan serigala. Wolf Moon sendiri merupakan julukan khusus untuk bulan purnama pertama di setiap tahunnya, termasuk yang terjadi pada bulan Januari kelak.

Baca Juga: Bulan Purnama Stroberi Super di Indonesia, Begini Cara Melihatnya!

Sebagai informasi, purnama Januari tak hanya terkenal sebagai Wolf Moon. Namun, fenomena ini juga terkenal sebagai Cold Moon, Center Moon, Frost Exploding Moon, Severe Moon, Freeze Up Moon, Dakota Moon, Greetings Moon, Great Moon dan Spirit Moon. 

Fenomena Wolf Moon 2026 dan Jadwal Terjadinya

Tampaknya, tahun 2026 menyimpan serangkaian fenomena yang sangat penting bagi para ahli astronomi. Beberapa fenomena yang terjadi mulai dari gerhana matahari total, hujan meteor, gerhana bulan, bahkan supermoon. Menariknya, sejumlah peristiwa penting ini bisa diamati dengan mata telanjang. Hanya saja, penggunaan teleskop atau teropong masih cukup dianjurkan untuk memberikan hasil pengamatan yang optimal. 

Supermoon 3 Januari 2026

Berdasarkan catatan dari Forbes, tahun 2026 akan terbuka dengan kemunculan supermoon. Lebih tepatnya, fenomena unik ini akan terjadi pada tanggal 3 Januari 2026. Peristiwa tersebut terkenal dengan sebutan Wolf Moon atau bulan serigala. Pada waktu itu, bulan akan tampak lebih besar dan terang, sebab berada pada jarak terdekat dari Bumi. 

Bersumber dari Timeanddate, fase full moon akan terjadi pada tanggal 3 Januari 2026. Lebih tepatnya, fenomena ini terjadi pukul 10.02 (UTC). Sementara itu, masyarakat Indonesia bisa mengamati fenomena tersebut pada pukul 17.02 WIB. 

Bukan Fenomena Biasa

Kabarnya, fenomena Wolf Moon atau bulan purnama di awal tahun 2026 bukanlah sekedar fase biasa. Sebab, fenomena ini akan terjadi diperigee, sebuah titik terdekatnya dengan Bumi. Hal tersebut menjadikan Wolf Moon sebagai fenomena Supermoon. 

Pada saat itu, penampakan bulan di atas langit akan terlihat lebih besar dan terang daripada biasanya. Dimana, fenomena ini akan tampak dari cakrawala timur saat matahari terbenam. Menjelang tengah malam, Wolf Moon akan semakin bersinar terang dan bulat di atas kepala. Kemudian, ketika matahari terbit Supermoon akan menghilang di cakrawala barat.

Baca Juga: Fase Bulan Purnama, Berhubungan dengan Perubahan Bentuknya

Gerhana Bulan Total

Sebagai informasi, bulan purnama akan berubah warna menjadi merah tua pada puncaknya tanggal 3 Maret 2026. Fenomena tersebut akan berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Fenomena menakjubkan ini bisa diamati dengan mudah dari wilayah Asia Timur, Selandia Baru, Australia dan sebagian Amerika Utara. 

Kemudian, masuk tanggal 20 Maret 2026 akan muncul fenomena ekuinoks yang menandai peralihan musim. Fenomena ini membuka peluang bagi para ahli yang ingin melihat aurora di beberapa wilayah lintang tinggi. Sementara itu, tanggal 31 Mei 2026, langit akan semakin menarik berhiaskan dua kali bulan purnama dalam hitungan satu bulan. Fenomena tak biasa ini sering terjadi setiap dua hingga 3 tahun sekali. 

Puncak Peristiwa

Puncak fenomena Wolf Moon di tahun 2026 akan terjadi pada tanggal 12 hingga 13 Agustus. Dimana, gerhana matahari total akan melintas di Greenland timur, Islandia dan Spanyol. Beberapa jam kemudian, para ahli menyebutkan akan terjadi hujan meteor perseid dengan fenomena puncak di langit gelap. 

Pada tanggal 28 Agustus, gerhana parsial terjadi dengan fenomena lebih dari 96% permukaan bulan tertutup bayangan bumi. Fenomena menarik ini akan terlihat dari beberapa wilayah termasuk Amerika, Afrika dan Eropa. 

Berlanjut pada tanggal 14 hingga 16 November 2026, Mars dan Jupiter akan tampak berdekatan. Kemungkinan besar, fenomena ini akan terjadi sebelum fajar. Hal tersebut memungkinkan para ahli untuk melakukan pengamatan keduanya dengan menggunakan satu bidang pandang teropong. 

Terakhir, fenomena astronomi di tahun 2026 akan ditutup dengan kemunculan Supermoon yang terjadi pada 24 Desember. Tak kalah menarik, Supermoon ini menjadi bulan purnama terdekat semenjak peristiwa pada tahun 2019. Kabarnya, pada saat itu bulan akan tampak sangat besar, terbit di ufuk timur. 

Baca Juga: Fakta Bulan Purnama Salju Muncul Malam Ini, Catat Waktunya!

Sebagai catatan, ada cerita tradisional yang cukup menarik terkait penamaan fenomena Wolf Moon Januari atau bulan serigala. Kabarnya, saat terjadi fenomena Wolf Moon, serigala seringkali terdengar melolong. Lolongan ini terjadi di musim dingin untuk menemukan anggota kawanan serigala. Lolongan tersebut juga berguna untuk menentukan wilayah, memperkuat ikatan sosial hingga mengkoordinasikan perburuan. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |