harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti fenomena kemunculan oknum berkostum pocong keliling di sejumlah daerah yang meresahkan masyarakat. Fenomena tersebut bukan lagi sekadar belaka. Melainkan sudah bergeser menjadi berbagai modus tindak kriminalitas mulai dari aksi pemandangan mengemis di jalanan, pencurian hewan ternak, hingga aksi perampokan rumah warga.
Baca Juga: Gubernur Jabar Dorong Pelestarian Rumah Tradisional di Sumedang
Dedi berujar, penindakan tegas telah dilakukan oleh aparat penegak perda di kawasan wisata Lembang dan Kota Bandung, terhadap oknum hantu jadi-jadian yang mengganggu arus lalu lintas.
Di sisi lain, ia juga menerima laporan adanya oknum berkostum serupa yang nekat mengetuk pintu rumah warga, dengan motif kejahatan pada malam hari. Sehingga diperlukan kewaspadaan yang masif dari seluruh elemen masyarakat.
“Kalau di Lembang dan di Bandung, Satpol PP sudah melakukan operasi. Karena mereka sering minta-minta ke mobil di siang hari, ini meresahkan warga, mengganggu kenyamanan, dan ketertiban lalu lintas. Di sejumlah tempat ada pocong yang mencuri kambing, mengetuk rumah, modusnya pencurian atau perampokan, bahkan ada yang iseng,” kata Dedi, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Pemkot Bandung Tak Persoalkan Pemprov Jawa Barat Bongkar Lapak PKL di Jalan Prof Eyckman
Fenomena Pocong Keliling, Dedi Mulyadi Imbau Warga Jangan Panik
Dedi pun meminta aparatur kewilayahan hingga tingkat desa untuk menghidupkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Hal itu untuk mengantisipasi meluasnya gangguan ketertiban oknum berkostum pocong.
Para warga bisa memaksimalkan grup komunikasi di aplikasi perpesanan maupun alarm tradisional. Seperti kentongan untuk memberi peringatan, jika terdapat hal yang mencurigakan di lingkungan pemukiman.
“Mari bersama-sama melakukan patroli siskamling. Aktifkan kembalikan grup WA, ada kentongan kalau di desa. Bunyikan alarm ketika ada yang mencurigakan termasuk pocong keliling yang mengganggu kenyamanan warga,” ucapnya.
Selain itu, Dedi menginstruksikan kepada para babinsa, bhabinkamtibmas, kapolsek, danramil, kapolres, kapolresta, hingga kapolres metro, agar bahu-membahu menjaga kenyamanan, dan ketenangan warga.
Lebih lanjut ia menambahkan, Pemprov Jabar akan segera berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi, Kapolda Metro Jaya, dan Pangdam Jaya, untuk menindaklanjuti fenomena oknum berkostum pocong keliling yang meresahkan masyarakat. Mengingat, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab penyelenggaraan negara. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada tetapi jangan panik.
Baca Juga: Rencana Jalan Berbayar Gantikan Pajak Kendaraan, DPRD Jawa Barat Ingatkan Soal Regulasi
“Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk melakukan patroli siskamling di lingkungan masing-masing. Mari kita hadapi berbagai hal yang mengganggu warga dengan sungguh-sungguh. Untuk warga panik jangan, waspada harus,” pungkasnya. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

12 hours ago
10

















































