Sejarah Candi Semar Banjarnegara yang Ditemukan Tentara Belanda Tahun 1814

3 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Mempelajari sejarah Candi Semar memberikan kita ilmu pengetahuan berharga mengenai kekayaan warisan leluhur nusantara. Bangunan kuno peninggalan umat Hindu beraliran Syiwa ini menjadi salah satu objek arkeologi yang sangat penting. Selanjutnya, monumen purbakala ini terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Oleh karena itu, keberadaan bangunan suci tersebut selalu menjadi pusat perhatian bagi banyak wisatawan maupun peneliti. Diperkirakan bahwa penguasa dari Kerajaan Wangsa Sanjaya merintis pembangunan kawasan peribadatan ini pada awal abad kedelapan Masehi. 

Baca juga: Sejarah Candi Sembadra di Dataran Dieng Banjarnegara, Bangunan Kuno Aliran Hindu Syiwa

Fakta kuat ini didukung oleh temuan prasasti beraksara Jawa Kuno dari tahun 808 Masehi di sana. Selain itu, gaya bangunan tersebut juga memiliki kemiripan dengan Candi Parasuramesvara yang terletak di negara India.

Sejarah Penemuan Sejarah Candi Semar

Menariknya, Candi Semar mulai terkuak saat tentara Belanda bernama Theodorf Van Elf menemukannya pada tahun 1814. Pada mulanya, seluruh kompleks bangunan suci ini ditemukan dalam kondisi terendam oleh genangan air telaga yang dalam. 

Kemudian, Isidore van Kinsbergen memimpin proyek pengeringan air telaga pada tahun 1856 agar candi terlihat utuh. Pemerintah Hindia Belanda lalu melanjutkan proses ekskavasi kawasan situs peninggalan ini secara sangat hati-hati pada tahun 1864.

Sementara itu, monumen bersejarah ini berperan penting sebagai bangunan perwara atau pendamping utama bagi kemegahan Candi Arjuna. Banyak ahli meyakini fungsinya sebagai tempat berkumpul bagi para peziarah sebelum mereka melakukan ritual suci pemujaan.

Baca juga: Fakta Menarik di Balik Sejarah Candi Puntadewa Dieng Banjarnegara

Bahkan, peninggalan purbakala ini konon menjadi tempat khusus untuk meletakkan arca Nandi sebagai kendaraan sakral Dewa Siwa. Lebih jauh lagi, ruangan ini diperkirakan sering digunakan sebagai gudang untuk menyimpan berbagai macam perlengkapan upacara keagamaan.

Di samping itu, penamaan bangunan candi ini ternyata mengambil inspirasi dari tokoh Punakawan yang sangat melegenda. Semar sendiri merupakan sosok pamomong para ksatria Pandawa yang sejatinya adalah perwujudan langsung dari dewa Batara Ismaya. 

Tentunya, gaya arsitektur candi yang terlihat jauh lebih pendek dan tambun amat mencerminkan proporsi fisik tokoh tersebut. Oleh sebab itu, kaitan erat antara bentuk fisik dan penamaan tokoh ini menjadi nilai budaya yang khas.

Keunikan Arsitektur Candi Semar

Lebih lanjut, mempelajari arsitektur klasik monumen ini pastinya akan melengkapi rentetan sejarah yang sungguh memukau. Bangunan suci yang secara konsisten menghadap ke arah timur ini memiliki denah dasar berbentuk persegi panjang rapi. 

Ukurannya sendiri membentang tujuh meter dengan lebar tiga koma lima meter serta membujur utara menuju arah selatan. Tentu saja, posisinya sangatlah unik karena berdiri berhadapan langsung dengan Candi Arjuna serta terpisah dari barisan lainnya. Para seniman masa lampau mendirikan struktur kokoh ini di atas batur batu setinggi lima puluh sentimeter.

Selain itu, wujud atap pada monumen peribadatan ini berdesain limasan tunggal yang tidak memiliki struktur batu berlapis-lapis. Sayangnya, bagian puncak atap tersebut kini sudah hancur sehingga bentuk aslinya selamanya akan tetap menjadi misteri arkeologi. 

Baca juga: Misteri dan Pesona di Balik Sejarah Candi Srikandi di Dataran Dieng

Pada area pintu masuknya, para pengunjung bisa mengamati pahatan wajah kala-makara tanpa rahang bawah yang sangat mengesankan. Pahatan indah tersebut juga sengaja dipadukan secara harmonis dengan ukiran motif lidah api tepat pada bagian pangkalnya. Meskipun ruang utamanya kosong, struktur dinding luarnya dilengkapi dengan celah jendela kecil sebagai saluran masuknya sirkulasi udara.

Sejalan dengan upaya pelestarian tersebut, eksplorasi warisan budaya ini senantiasa dioptimalkan guna memelihara keutuhan sejarah Candi Semar. Kini, pengelolaan situs budaya tersebut sepenuhnya berada di bawah pengawasan langsung pihak Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |