harapanrakyat.com,- John Herdman sebagai pelatih sepak bola Timnas Indonesia tampaknya sudah mulai matang mempersiapkan skuad Garuda baru. Ia memberikan kritik agar Timnas Indonesia bisa main maksimal, gaya bermain harus diubah.
Kritik terkait gaya bermain Timnas ini Herdman sampaikan untuk memperbaiki pola permainan Indonesia. Baginya, meski punya pemain yang berkualitas tapi pola main timnas masih terlalu pasif.
Baca juga: Jay Idzes Absen, Timnas Indonesia dan Sassuolo Kehilangan Sosoknya di Sektor Pertahanan
Pelatih asal Inggris ini menggunakan gaya pendekatan yang berbeda untuk mengubah pola tersebut. Caranya dengan menekankan mentalitas kolektif untuk mencetak gol, alih-alih hanya fokus di 1-2 pemain. “Bagi saya, Indonesia butuh mentalitas kolektif. Jadi semua bisa mencetak gol apapun posisinya,” terang Herdman usai latihan rutin Timnas Indonesia di Jakarta.
John Herdman Tekankan Pemain Timnas Berani Cetak Gol
Herdman menyebut, di Timnas Indonesia ada obsesi berlebihan terhadap pemain penyerang. Padahal pemain penyerang bukanlah solusi utama untuk mencetak gol.
Lebih lanjut, Herdman menyebut pemain Timnas harus punya keberanian. Seluruh pemain akan punya tanggung jawab untuk mencetak gol, terlepas apapun posisinya.
Pola perubahan ini akan menjadi kunci strategi John Herdman untuk kompetisi terdekat. “Kami akan mengubah pola pikir ini, setiap pemain akan dapat kepercayaan untuk masuk kotak penalti,” jelasnya.
Baca juga: Tambah Kekuatan Timnas Indonesia, John Herdman Dekati 16 Pemain Diaspora
Cara ini dinilai lebih efektif untuk mencetak gol lebih banyak untuk Timnas Indonesia. Sehingga peluang untuk menang di tiap laga menjadi lebih besar.
Selain masalah mentalitas dalam mencetak gol, Herdman juga menyoroti bagaimana pola permainan Timnas Indonesia yang mengecewakan. Pasalnya Timnas Indonesia kerap kali hanya fokus bertahan tanpa melakukan penyerangan maksimal.
Ketika hanya fokus bertahan, tim akan kehilangan momentum. Apalagi jika tak dibarengi dengan upaya ambil kendali permainan. “Gaya bermain tim (Timnas Indonesia) sangat pasif. Polanya hanya bertahan, transisi, dan bertahan lagi, tak ada penyerangan,“ sambungnya.
Guna mengubah stigma tersebut, Herdman akan menggunakan filosofi permainan yang lebih dinamis. Nantinya lini pertahanan akan turut ambil bagian untuk membangun serangan.
Harapannya dengan cara ini, Timnas Indonesia bisa menjadi skuad Garuda baru yang lebih siap. Apalagi dalam waktu dekat mereka akan melawan tim-tim yang kuat. (Revi/R6/HR-Online)

3 hours ago
8

















































