Fabio Lefundes: Persib Juara berkat Aturan Head-to-Head, Borneo FC Punya Statistik Lebih Apik

11 hours ago 13

harapanrakyat.com,- Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menyebut keberhasilan Persib Bandung merengkuh trofi Super League 2025/2026 didasarkan pada keunggulan head-to-head (H2H). Dalam pandangannya, Borneo FC sebenarnya memiliki catatan statistik dan produktivitas gol yang jauh lebih baik sepanjang musim.

Maung Bandung mengunci status juara mereka pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kendati hanya mampu bermain imbang melawan Persijap Jepara di Stadion GBLA, Pangeran Biru tetap berhak atas gelar juara. Hal itu lantaran Persib menang secara regulasi H2H atas Pesut Etam.

‎Di saat yang bersamaan, Borneo FC justru sukses melumat Malut United dengan skor mencolok 7-1 di Stadion Segiri, Samarinda (23/5/2026). Walaupun kedua klub menyudahi kompetisi dengan torehan poin yang sama, yaitu 79 poin, aturan head-to-head meloloskan Persib sebagai kampiun.

‎Situasi tersebut sontak melahirkan perdebatan hangat. Juru taktik Borneo FC menganggap Persib dinaungi keberuntungan. Sedangkan skuadnya, menurut Fabio, seharusnya bertengger di podium juara berkat performa statistik yang lebih mengesankan sepanjang musim bergulir.

Fabio Lefundes Menilai Statistik Borneo FC Lebih Dominan

‎Kekecewaan mendalam dilontarkan oleh pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes. Dirinya menganggap regulasi head-to-head telah merugikan skuad asuhannya yang dinilai tampil jauh lebih konsisten.

‎“Persib cuma beruntung bisa juara lewat jalur head-to-head. Padahal, jika kita merujuk pada jumlah gol dan data statistik, performa kami jelas berada di atas mereka,” ungkap Fabio pada Minggu (24/5/2026).

‎Fabio menggarisbawahi bahwa Pesut Etam mengukir torehan luar biasa pada musim ini. Mereka menjelma sebagai tim paling produktif lewat koleksi 74 gol, sekaligus menorehkan tinta emas dengan memecahkan rekor kemenangan beruntun sebanyak 11 kali.

‎Bukan itu saja, Pesut Etam juga menasbihkan diri sebagai tim dengan rekor kandang paling tangguh usai menyapu bersih 15 kemenangan di Stadion Segiri.

‎“Penjaga gawang kami, Nadeo, beserta seluruh pemain terbaik kami telah membuktikannya di lapangan. Kendati gelar juara gagal diraih, kami telah mengukir sejarah yang luar biasa,” tambahnya.

‎Pada pertandingan pamungkas, Borneo FC langsung menunjukkan permainan menyerang sejak peluit pertama dibunyikan. Mariano Peralta hanya membutuhkan waktu 11 menit untuk melesakkan dua gol cepat, yang kemudian disusul oleh gol dari Juan Villa pada menit ke-12.

‎Koldo Obieta turut menyumbang dua gol berturut-turut pada menit ke-26 dan 57, sebelum akhirnya Muhammad Sihran ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-78. Pesta gol tuan rumah kemudian disempurnakan oleh gol penutup dari Kaio pada masa injury time (90+3′).

Walaupun Pesut Etam harus puas menyandang status runner-up, kompetisi musim 2025/2026 tetap menjadi salah satu momen terbaik dalam sejarah Borneo FC karena mereka mampu bersaing ketat memperebutkan takhta juara hingga detik-detik terakhir.

‎Fabio Lefundes menegaskan bahwa gelar juara Persib di Super League 2025/2026 murni karena regulasi head-to-head, padahal Borneo FC memimpin dari segi statistik. Kontroversi ini membuktikan bahwa regulasi kompetisi terkadang menjadi penentu akhir gelar juara, melampaui dominasi performa tim di atas lapangan. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |