harapanrakyat.com,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Super Flu di wilayahnya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang, Surdi Surdiana, saat ditemui di Kantornya, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Dinkes Pastikan Jawa Barat Sudah Nihil Kasus Superflu pada 2026, Semua Pasien Sudah Sembuh
Meskipun belum ada laporan maupun temuan kasus Super Flu, pihaknya tetap mengambil langkah antisipatif sesuai arahan pimpinan. Salah satunya, dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui 35 puskesmas, yang tersebar di seluruh Kabupaten Sumedang.
“Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat tetap tenang namun tetap waspada, ketika menghadapi berbagai penyakit. Tidak hanya Super Flu. Terlebih saat ini di musim penghujan ini,” katanya.
Baca Juga: Virus HMPV Ditemukan di Indonesia, Menkes Budi: Cuma Flu Biasa!
Surdi menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup. Apabila mengalami gejala seperti batuk, pilek, atau demam, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
“Jika tetap harus beraktivitas saat sakit, penggunaan masker sangat dianjurkan guna mencegah penularan kepada orang lain,” ucapnya.
Dinkes Sumedang Ungkap Gejala Super Flu
Lebih lanjut Suardi menjelaskan terkait super flu, berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan pada dasarnya memiliki gejala yang mirip dengan flu pada umumnya. Namun, Super Flu diduga merupakan varian baru dengan gejala yang bisa dirasakan lebih berat. Seperti batuk dan pilek yang intens, demam, serta nyeri badan.
“Tetapi mungkin ini varian baru. Kemudian gejalanya sedikit lebih berat, terutama di batuk, pilek, demam, sakit badan. Jadi sama pada dasarnya dengan kasus-kasus flu yang lain,” jelasnya.
Ia menekankan, bahwa kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian khusus adalah bayi, balita, dan lansia. Menurutnya, daya tahan tubuh kelompok usia tersebut cenderung lebih rendah, terlebih bagi lansia yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
“Kelompok rentan harus lebih diwaspadai agar tidak terjadi komplikasi yang lebih serius,” pungkasnya.
Baca Juga: Memasuki Musim Pancaroba, Penyakit Common Cold Urutan Teratas di Ciamis
Diketahui, Super flu merupakan istilah populer yang merujuk pada virus influenza A (H3N2) subclade K, varian influenza yang belakangan dilaporkan oleh otoritas kesehatan nasional maupun global. Meski demikian, kondisi Super Flu di Sumedang masih terpantau aman.(Aang/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

2 hours ago
4

















































