harapanrakyat.com,- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat menyebut, bahwa bentuk Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur berupa punden berundak. Jadi situs tersebut bukan berbentuk piramida seperti di Mesir.
Baca Juga: Situs Kuta Tanggeuhan Cianjur, Menguak Misteri Benteng Spiritual di Tanah Pasundan
Kepala Disparbud Jabar, Iendra Sofyan menjelaskan, bahwa kepastian bentuk ini didapatkan melalui proses penataan dan penelitian intensif yang dilakukan bersama Kementerian Kebudayaan. Dalam proses tersebut, tim peneliti tidak menemukan bukti fisik yang mengarah pada struktur bangunan piramida.
“Saat pemugaran dalam artian menata agar bebatuan lebih rapih, batu Situs Gunung Padang ini tidak begitu dalam,” jelas Iendra, Sabtu (3/1/2026).
Bukti Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur bukan Piramida
Dalam proses penataan, ribuan bebatuan situs tersebut lebih mengarah ke bentuk punden berundak. Hasil eskavasi ribuan bebatuan itu menguatkan, bahwa situs ini berbentuk punden berundak, karena kedalamnya hanya 1 sampai 1,5 meter saja.
“Tidak ada penemuan seperti Piramida seperti di Mesir tapi punden berundak yang ada. Setelah ekskavasi, bebatuan paling dalam 1 sampai 1,5 meter, tidak ada batu lagi di dalamnya,” ujarnya.
Berdasarkan informasi sementara dari tim peneliti, bebatuan yang berada di kedalaman 1 sampai 1,5 meter ini merupakan fondasi. Sebab, di bagian atas Situs Megalitikum Gunung Padang ini, terdapat satu titik yang menyerupai tempat duduk yang bisa melihat lima gunung yang berada di sekitarnya.
“Diperkirakan bebatuan yang berada di kedalaman 1 sampai 1,5 meter itu sebagai pondasi. Di atas itu ada satu satu titik, tempat duduk yang bisa melihat lima gunung. Itu seperti buki, mungkin zaman dulu mencari yang paling dekat ke Yang Maha Kuasa,” ucapnya.
Baca Juga: Tim Pemerhati Budaya Temukan Patung Berbentuk Wajah di Situs Rajegwesi Kota Banjar
Kendati demikian, kata Iendra, hal itu masih hasil sementara, karena proses pemugaran masih berlangsung. Kementerian Kebudayaan menargetkan pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang bisa selesai dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan.
“Target dua sampai tiga tahun, dari Kementerian Kebudayaan. Kesimpulan sementara pembangunan Situs Gunung Padang itu sebuah ritual, bukan sebuah kerajaan,” pungkas. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

6 days ago
26

















































