BPBD Ciamis Catat 666 Bencana Sepanjang 2025, Longsor Paling Dominan

2 weeks ago 62

harapanrakyat.com,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mencatat 666 kejadian bencana terjadi sepanjang periode 1 Januari hingga 27 Desember 2025. Data tersebut dihimpun dan diverifikasi oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Ciamis.

Kepala BPBD Ciamis, Ani Supiani, mengatakan angka tersebut menunjukkan tingginya tingkat kerawanan bencana di wilayah Ciamis.

“Sepanjang tahun 2025, tercatat 666 kejadian bencana. Ini menunjukkan Kabupaten Ciamis masih sangat rawan, terutama terhadap bencana hidrometeorologis,” kata Ani Supiani, Sabtu (27/12/2025).

Baca Juga: Rawan Lakalantas, Jembatan Bistir Citalahab Ciamis Telan Dua Korban dalam Sehari

Berdasarkan data BPBD Ciamis, tanah longsor menjadi bencana paling dominan dengan total 373 kejadian. Disusul cuaca ekstrem sebanyak 217 kejadian dan banjir 75 kejadian. Selain itu, tercatat satu kejadian gempa bumi, sementara kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan nihil sepanjang 2025.

Ani menjelaskan, dominasi longsor dan cuaca ekstrem saling berkaitan. Curah hujan tinggi kerap memicu pergerakan tanah, terutama di wilayah dengan topografi perbukitan.

Dari sisi sebaran wilayah, Kecamatan Pamarican menjadi daerah paling rawan dengan 65 kejadian bencana. Disusul Kecamatan Panawangan sebanyak 45 kejadian, Ciawigebang 44 kejadian, dan Cijeungjing 33 kejadian.

“Wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas penanganan dan mitigasi karena tingkat kejadiannya paling tinggi,” ujarnya.

Dampak Bencana di Ciamis Sepanjang 2025

Dampak bencana juga cukup besar terhadap permukiman warga. BPBD mencatat 965 unit rumah terdampak, terdiri dari 43 rumah rusak berat, 81 rusak sedang, dan 841 rusak ringan. Selain itu, sejumlah fasilitas publik turut mengalami kerusakan.

Fasilitas pendidikan tercatat rusak sebanyak 35 unit, tempat ibadah 23 unit, dan fasilitas kesehatan 6 unit. Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur, seperti 113 ruas jalan, 6 jembatan, dan 33 jaringan irigasi.

Tak hanya itu, bencana juga berdampak pada sektor pertanian dan aset produktif. Tercatat 2.717 unit sawah terdampak, 42 kolam rusak, serta kerusakan pada lahan dan hutan.

Meski demikian, Ani menegaskan bahwa sepanjang 2025 tidak ada korban meninggal dunia maupun orang hilang akibat bencana.

“Tidak ada korban jiwa. Ini menjadi catatan penting bahwa upaya mitigasi, peringatan dini, dan evakuasi berjalan cukup efektif,” kata Ani.

Namun, dampak sosial masih cukup besar. Sebanyak 2.287 kepala keluarga atau 7.522 jiwa terdampak, dengan 945 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi. Selain itu, tujuh orang dilaporkan mengalami luka-luka.

BPBD Ciamis menegaskan, data bencana tahun 2025 ini akan menjadi dasar evaluasi dan perencanaan ke depan.

Baca Juga: Semangat Juang Pemain, Kunci PSGC Ciamis Kalahkan Tri Brata Raflesia

“Data ini menjadi acuan penting dalam penyusunan kebijakan, dan penguatan kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Ciamis,” pungkas Ani Supiani. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |