BGN Tambah Jam Pelajaran Gizi di Sekolah demi Optimalkan Program Makan Bergizi Gratis

17 hours ago 12

harapanrakyat.com,- Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah memperkuat strategi agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak maksimal bagi kesehatan siswa. Salah satu langkah terobosannya adalah menambah jam pelajaran gizi di sekolah dengan melibatkan tenaga pendidik secara aktif sebagai garda terdepan dalam pemberian materi.

Wakil Ketua BGN, Nanik Sudaryati Deyang mengatakan, penambahan jam pelajaran khusus mengenai ilmu gizi sangat krusial. Hal ini bertujuan agar para siswa tidak hanya sekadar makan. Tetapi juga memahami nilai nutrisi dari setiap hidangan yang mereka santap.

Mengapa Perlu Menambah Jam Pelajaran Gizi di Sekolah

Berdasarkan keterangan Nanik saat acara sosialisasi di Tulungagung pada Sabtu (10/1/2026), peningkatan literasi gizi diharapkan mampu mengubah perilaku konsumsi siswa secara permanen.

Baca Juga: Hindari Nasi Basi, Menkeu Purbaya Ajukan Perubahan Skema Program MBG Jadi Uang Tunai

Ia menjelaskan, ada beberapa tujuan utama dari pelibatan guru dalam pendidikan gizi, antara lain untuk membangun pemahaman siswa mengenai dampak positif dari pemenuhan gizi yang seimbang.

Mendorong anak-anak agar lebih menyukai konsumsi sayuran, buah-buahan, susu, dan lauk-pauk bergizi. Dengan memahami pentingnya gizi, Nanik berharap dapat menekan jumlah makanan yang terbuang (food waste) secara signifikan.

Kolaborasi Lintas Sektor Berdasarkan Keppres Nomor 28 Tahun 2025

Dalam mengimplementasikan program ini BGN sendirian. Sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 28 Tahun 2025, telah membentuk Tim Koordinasi Pelaksanaan Program MBG yang melibatkan 17 kementerian dan lembaga.

Baca Juga: Batas Waktu Berakhir, SPPG di Jawa Barat yang Miliki SLHS Baru 408 Unit

Tim koordinasi ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Sementara itu Nanik Sudaryati menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian.

Sebelumnya, pendidikan gizi hanya dilakukan secara berkala oleh Kepala Satuan Pelayanan Pelayanan Gizi (SPPG). Namun ke depan, para guru akan memegang peran utama dalam mengajar materi ini.

Gandeng Perguruan Tinggi dan Mahasiswa KKN

Baca Juga: Ribuan Santri dan Ulama Akhirnya Bisa Cicipi MBG di Garut

Selain guru, BGN juga memperluas kerja sama dengan sektor pendidikan tinggi. Nanik telah bertemu dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, untuk membahas riset mendalam terkait pelaksanaan program MBG.

BGN berencana melibatkan para pakar dari perguruan tinggi di bidang pangan dan kesehatan masyarakat. Selain itu, mahasiswa yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan diberdayakan sebagai penyuluh gizi di desa-desa tempat mereka bertugas. Pihaknya berharap langkah ini dapat mempercepat penyebaran informasi mengenai pola hidup sehat hingga ke pelosok daerah. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |