Sejarah Kyai Syakir Indramayu sebagai Waliyullah Terkemuka di Jawa Barat

12 hours ago 6

Sejarah Kyai Syakir Indramayu merupakan sosok waliyullah dan tokoh penyebar agama Islam yang tersohor di Jawa Barat. Menurut catatan sejarah Islam, ia terkenal sebagai sosok yang mengajarkan metode dakwah dengan budaya lokal. Hal ini menjadikannya sebagai sosok yang dihormati dan diteladani. Bahkan hingga kini, banyak peziarah yang masih terus berdatangan untuk mendoakan dan menyambangi makam beliau. 

Baca Juga: Biografi Imam Abu Hanifah, Ahli Fiqih yang Berani Menentang Kebijakan Penguasa Zalim tanpa Rasa Takut

Mengenal Jejak Sejarah Kyai Syakir Indramayu

Indramayu bukan hanya terkenal sebagai kota Mangga. Faktanya, tanah ini memiliki jejak sejarah penting bagi para wali dan pejuang. Salah satu tokoh yang cukup terkenal dalam perjalanan tersebut adalah Kyai Syakir. Ia merupakan ulama besar yang menjadi pilar dakwah di Indramayu, Jawa Barat. 

Riwayat Keluarga Kyai Syakir

Kyai Syakir merupakan putra dari Kyai Sama’un. Dalam sejarahnya, Kyai Sama’un merupakan sosok yang lahir di Aceh. Kemudian, ia bermukim di Gresik, Jawa Timur dan Dadap, Indramayu. 

Kedatangan Kyai Sama’un ke Dadap Indramayu berlangsung dengan cara tak biasa. Konon katanya, ayah Kyai Syakir ini menempuh jalur laut dengan cara yang terbilang tidak masuk akal. Sebab, ia masuk ke dalam sebuah kotak, kemudian mengapung mengikuti gelombang laut. Hingga akhirnya, ia sampai di tepi Pantai Dadap, Indramayu. 

Setelah menetap di Dadap, Kyai Sama’un kemudian diambil menantu oleh Ki Gede Dadap. Ia kemudian menikah dengan Nyai Nurilah. Berasal dari pernikahan tersebut, Kyai Sama’un dikaruniai lima orang anak. Di antaranya adalah Nyi Marju, Kyai Syakir, Nyi Rajem, Kyai Safiudin dan Kyai Abd. Karim. Dengan demikian, sejarah Kyai Syakir Indramayu adalah putra kedua dari pasangan Kyai Sama’un dan Nyai Nurilah. 

Sebagai informasi, Kyai Syakir tidak mempunyai anak. Namun, ia mengasuh keponakannya, yakni anak-anak dari Kyai Rajem dan Nyi Rajem. Sementara itu, Kyai Rajem dan Nyi Rajem memiliki lima orang anak, yakni Nyai Abd. Aziz, Nyai Sleman, Nyai Yusuf, Nyai Las dan Kyai Khamdu. 

Mengenal Sosok Kyai Syakir 

Dalam sejarahnya, Kyai Syakir membawa peran penting soal urusan penyebaran Islam di wilayah Indramayu dan sekitarnya. Pusat dakwah Kyai Syakir berada di Wotgali. Kini, wilayah tersebut menjadi lokasi ziarah yang ramai dikunjungi, terutama saat peringatan haul. 

Baca Juga: Sejarah Imam Malik bin Anas, Penulis Kitab Al-Muwatta yang Tak Mau Naik Kuda di Tanah Madinah

Awalnya, Kyai Syakir memperkenalkan dakwah islam dengan integrasi budaya. Metode ini dipilih sebagai strategi terbaik untuk memperkenalkan Islam kepada masyarakat kala itu. Berkat kegigihan Kyai Syakir dalam mengajarkan agama Islam, muncul beberapa ulama besar di daerah. Beberapa di antaranya termasuk Almaghfurlah KH Siradj dari Pesantren Gedongan Cirebon dan Almaghfurlah KH Makhrus Ali dari Pesantren Lirboyo. 

Sebagai informasi, Kyai Syakir sempat membangun pemukiman bernama Wotgali. Pemukiman ini berdiri pada tahun 1760 M. Saat itu, Kyai Syakir menjadikannya sebagai Pondok Pesantrean Wotgali. Kini, kawasan tersebut berada di Komplek Perumahan Bumi Patra Kabupaten Indramayu. 

Masjid Kyai Syakir Indramayu

Sejarah Kyai Syakir Indramayu berkaitan erat dengan Masjid Kyai Syakir yang berdiri di Jl. Plaju Raya Wotgali, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, Jawa Barat. Bangunan tersebut terkenal sebagai masjid tertua di Desa Singajaya. Permata spiritual ini berdiri kokoh, menyimpan jejak sejarah panjang dalam peradaban Islam. 

Masjid Kyai Syakir menjadi saksi bisu atas perkembangan syiar islam di wilayah tersebut. Usia bangunan yang sudah sangat tua bukan hanya berguna sebagai tempat kegiatan agama saja. Tapi juga cagar budaya spiritual yang harus selalu dijaga. 

Ketika malam jumat, Masjid Kyai Syakir penuh oleh umat muslim yang ingin beribadah. Kegiatan yang berlangsung mencakup amalan sunnah, seperti membaca surah Yasin, salat sunah, mendengarkan tausiah hingga acara zikir bersama. Mereka yang datang bukan hanya dari Desa Singajaya. Namun juga berasal dari daerah di sekitar Indramayu. 

Bagi masyarakat Indramayu, berkunjung ke Masjid Syakir sudah menjadi tradisi yang begitu berharga. Hal ini meneguhkan posisi bangunan sebagai pusat spiritual sekaligus warisan keagamaan yang tak ternilai. 

Baca Juga: Sejarah Kaligrafi Islam, Jejak Seni Spiritual yang Mampu Melintasi Zaman

Dalam beberapa kegiatan, sejarah Kyai Syakir Indramayu berikut keturunanya selalu disebut dalam doa. Salah satunya adalah Buya Said yang turut mendoakan agar keturunan sejarah Kyai Syakir Indramayu mampu melanjutkan misi dakwah Islam dengan akhlak mulia. Doa tersebut membawa harapan agar nilai perjuangan dan keteladanan Kyai Syakir tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |