Pakan ternak dari bonggol jagung bisa diolah menjadi pakan bernutrisi tinggi. Limbah jagung kaya serat dan energi, mendukung pertumbuhan sapi, kambing, maupun ayam. Dengan pengolahan yang tepat, pakan ternak dari limbah jagung ini menjadi sumber pakan ekonomis sekaligus menguntungkan secara bisnis.
Baca Juga: Usaha Pakan Ternak Kambing yang Menguntungkan dengan Pasar Luas
Peluang Bisnis Pakan Ternak dari Bonggol Jagung
Bisnis pakan hewan dari limbah jagung menjanjikan. Hal itu karena limbah jagung melimpah, mencapai 20-30% dari panen nasional 18 juta ton. Melalui fermentasi, limbah ini jadi silase berkualitas untuk sapi, kambing, atau ayam broiler. Silase bonggol jagung meningkatkan protein, mudah dicerna, dan hemat biaya pakan hingga 40%.
Pasar lokal dan ekspor terbuka luas. Di dalam negeri, peternak skala kecil-menengah butuh pakan tahan lama saat musim kering. Bonggol jagung cacah juga bisa Anda ekspor ke Jepang sebagai media tanam jamur, menambah nilai hingga Rp50.000/kg.
Modal awalnya juga relatif rendah, Rp5–10 juta untuk alat pencacah, drum fermentasi, dan EM4/molasses. Persentase keuntungan yang bisa Anda dapatkan juga cepat 3–6 bulan dengan keuntungan 30–50% per batch 1 ton silase. Bisnis ini skalabel dari UMKM hingga pabrik, dan bisa diversifikasi produk, misal biochar seharga Rp18.000/kg.
Cara pengolahan
Membuat pakan ternak dari bonggol jagung sebenarnya sederhana, tetapi membutuhkan langkah-langkah khusus. Proses ini mengubah limbah jagung menjadi pakan kaya nutrisi dan mudah dicerna ternak. Berikut adalah tahapan pengolahannya secara praktis.
1. Persiapan
Pastikan bonggol jagung sudah kering sebelum mengolahnya menjadi pakan hewan. Giling atau cincang menggunakan mesin penghancur hingga menjadi potongan kecil atau serbuk. Langkah ini memudahkan fermentasi dan pencampuran nutrisi.
2. Cara Pengolahan
Campurkan bonggol jagung yang sudah halus dengan dedak 10–30%, sesuaikan jumlahnya dengan banyaknya bonggol. Tambahkan molase sebagai sumber energi dan karbohidrat terlarut. Beri dedak padi sekitar 30% dari bahan utama, campur EM4 dan air secukupnya hingga kelembapan mencapai 30–40%, lalu simpan untuk fermentasi.
3. Proses Fermentasi
Campurkan semua bahan hingga merata, lalu masukkan ke dalam wadah atau kantong plastik tebal. Padatkan supaya udara tidak masuk, kemudian tutup rapat. Diamkan selama 3 minggu hingga 1 bulan agar fermentasi berjalan maksimal.
Baca Juga: Pakan Ternak Fermentasi untuk Cadangan Makanan Bernutrisi
4. Amoniasi (Teknik Kimia)
Tambahkan urea 3% yang dicampur air ke bonggol yang sudah tercampur rata sebelum ditutup rapat. Aduk hingga merata supaya nutrisi tercampur sempurna. Setelah fermentasi selesai atau siap, berikan langsung ke hewan ternak sebagai pakan.
Kandungan Nutrisi dan Manfaat
Pakan ternak dari bonggol jagung mengandung banyak manfaat. Serat tinggi, NDF lebih dari 80%, cocok untuk sapi, kambing, dan domba. Protein rendah sekitar 2,67–5%, sebaiknya dicampur pakan lain agar tercukupi. Selain itu, pemanfaatan bonggol jagung membantu mengurangi limbah pertanian, solusi hemat saat musim kemarau.
Modal awal untuk bisnis pakan ternak ini relatif ringan. Mesin cacah Rp3 juta, drum fermentasi Rp1 juta, bahan baku Rp500.000 per batch. Produksi 1 ton per bulan membutuhkan biaya sekitar Rp2 juta, bisa Anda jual Rp4–5 juta (Rp2.500/kg). Dengan demikian, Anda bisa menghasilkan untung bersih Rp2–3 juta untuk skala kecil.
Skala grosir lebih menjanjikan, dengan bonggol cacah bisa Anda jual Rp48 juta per ton untuk ekspor. Pasokan stabil bisa Anda dapatkan dari mitra petani jagung lokal. Tantangan utama termasuk kualitas fermentasi yang tergantung kondisi anaerob dan distribusi jarak jauh.
Baca Juga: Pakan Ternak Sapi Alami Terbaik Agar Cepat Besar dan Gemuk
Solusinya, tutup rapat agar tidak tumbuh jamur dan gunakan kemasan vakum tahan 6 bulan. Sertifikasi BPOM atau KHPP meningkatkan kredibilitas. Pemasaran bisa melalui PaDi UMKM atau platform seperti Shopee, menjangkau peternak nasional. Selain menguntungkan secara finansial, pakan ternak dari bonggol jagung ramah lingkungan. Limbah panen yang biasanya dibakar kini dimanfaatkan menjadi pakan bernutrisi. Saat musim kemarau, pakan ternak yang terbuat dari bonggol jagung ini bisa menjadi pengganti rumput, menjaga kesehatan ternak dan meringankan tenaga peternak. (R10/HR-Online)

9 hours ago
6

















































