Longsor di Jatigede Sumedang Hancurkan Warung dan Ancam Dua Bangunan Lainnya

12 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Peristiwa tanah longsor terjadi di kawasan Jalan Lingkar Timur Jatigede, Dusun Ciranggem, Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (6/2/2026). Akibat kejadian longsor tersebut, dua bangunan warung dan satu gudang milik warga terdampak. Bahkan satu warung di antaranya hancur terseret longsor hingga ke permukaan pesisir waduk.

Baca Juga: BPBD Sumedang Catat Ada Puluhan Kejadian Bencana Alam sejak Awal 2026, Longsor Mendominasi

Luas longsoran tanah diperkirakan memiliki tinggi sekitar 35 meter, dengan panjang mencapai 50 meter dan lebar sekitar 30 meter. Disertai pergerakan tanah hingga mencapai seluas 80 meter. Hingga kini, pemilik warung masih melakukan evakuasi sisa puing bangunan yang masih bisa diselamatkan.

Pemilik Warung, Ujang Suhendi menuturkan, tanda-tanda longsor sudah terlihat sejak dua hari sebelumnya. Ia mengaku pertama kali melihat adanya retakan tanah di bagian timur sekitar pukul 05.00 WIB.

“Awalnya sedikit-sedikit, semakin lama semakin membesar. Saya lihat ke sebelah sana, sebelah timur, kok ada pergerakan tanah gitu,” kata Ujang, Sabtu (7/2/2025).

Baca Juga: TPT Setinggi 10 Meter di Cipanas Sumedang Longsor, Akses Jalan Desa Tertutup

Kerugian Akibat Longsor di Jatigede Sumedang

Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa kerusakan mulai terjadi beberapa jam kemudian. Sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, salah satu bangunan warung dan gudang miliknya ambruk akibat pergerakan tanah. Saat kejadian, ia sudah berada di luar bangunan sehingga tidak ada korban jiwa.

“Bangunan yang ambruk adalah warung untuk jualan, dan satunya lagi gudang,” ucapnya.

Ujang menjelaskan, sejumlah barang berharga tidak sempat diselamatkan. Di antaranya etalase, peralatan usaha, kulkas, mesin cuci, televisi, serta berbagai perangkat elektronik lainnya. Sementara itu, satu bangunan di bagian barat masih dapat diselamatkan, meski mengalami kerusakan.

“Barang-barang alat elektronik sudah tidak bisa terselamatkan karena terbawa longsor,” ujarnya.

Ia memperkirakan total kerugian materi akibat longsor tersebut mencapai sekitar Rp45 juta, mencakup dua bangunan beserta isinya. Pasca kejadian longsor di Jatigede Sumedang, Ujang dan keluarganya terpaksa mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman di bagian atas permukiman.

Ujang berharap kejadian ini menjadi pengingat sekaligus pelajaran baginya. Ia juga mengaku ikhlas menerima musibah tersebut, meski tetap berharap adanya bantuan dari pihak-pihak terkait untuk meringankan beban yang dialaminya.

Baca Juga: Alat Berat Dikerahkan Bersihkan Material Longsor yang Menimbun Gudang Penyimpanan Air Minum di Sumedang

“Dengan kejadian ini mudah-mudahan sebagai peringatan buat saya. Iya kalau ada pihak-pihak yang bisa membantu ya alhamdulillah. Walaupun tidak ya tidak apa-apa. Ini udah musibah, cobaan mungkin buat saya,” pungkasnya. (Aang/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |