Sawah Kebanjiran, Pemprov Jawa Barat Percaya Diri Produksi Padi 2026 Tetap Naik

22 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Banjir yang merendam sejumlah sentra sawah di Jawa Barat pada awal 2026 tak serta-merta membuat pemerintah provinsi mengendurkan target produksi padi. Meski Karawang, Bekasi, hingga Indramayu sempat terdampak, Pemprov Jabar tetap optimistis hasil panen 2026 akan melampaui capaian tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Jawa Barat, Dadan Hidayat, menegaskan pemerintah telah menyiapkan skema antisipasi untuk menekan risiko gagal panen, termasuk penanaman ulang di lahan yang mengalami puso akibat banjir.

“Kalau terjadi banjir dan berujung puso, kami lakukan replanting. Saat ini data awal kerusakan masih dihimpun. Bantuan dari pemerintah pusat akan disesuaikan dengan usulan kami yang bersumber dari laporan kabupaten dan kota,” kata Dadan, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga: Warga yang Tak Bisa Mengakses Layanan Kesehatan Diminta Datang ke Lembur Pakuan atau Gedung Sate

Optimisme tersebut, menurut Dadan, lantaran Jawa Barat memiliki tanggung jawab besar dalam menopang target swasembada pangan nasional yang harus tercapai setiap tahun. Pada 2025 lalu, kontribusi Jabar dinilai signifikan dalam pencapaian swasembada secara nasional.

Ia menjelaskan, panen pertama 2026 yang berlangsung pada Februari hingga Maret merupakan hasil tanam periode Oktober-Desember 2025. Dari data sementara, realisasi tanam justru menunjukkan tren meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Laporan yang masuk, realisasi tanam 2026 yang dihitung sejak Oktober sampai Desember sudah mencapai 592.176 hektare. Angka ini naik sekitar 55 ribu hektare atau hampir 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.

Baca Juga: Sekda Jabar Minta Pemerintah Daerah Taati Pergub tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan

Optimisme Meningkatnya Produksi Padi 2026 di Jawa Barat Ditopang HPP

Selain faktor luas tanam, semangat petani juga disebut menjadi penopang optimisme. Pemerintah menjamin hasil panen akan diserap dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Pada 2026, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen di angka Rp6.500 per kilogram. Ketentuan yang dilaksanakan Perum Bulog tersebut ditujukan untuk menjaga harga gabah di tingkat petani sekaligus berfungsi sebagai penyangga, dengan sasaran penyerapan nasional mencapai 4 juta ton setara beras.

Baca Juga: Disdik Jawa Barat Pastikan Bantuan Pendidikan Swasta Masih Ada, Nilainya Rp 600 Ribu Per Tahun

Sementara itu, optimisme peningkatan produksi juga diperkuat oleh proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS). Pada periode Januari hingga Maret 2026, produksi padi Jawa Barat diperkirakan mencapai 2,48 juta ton, atau naik sekitar 0,45 juta ton setara 22,32 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 2,03 juta ton. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |