Pencipta Teori Kosmologi dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

19 hours ago 7

Gelar pencipta teori kosmologi yang cukup terkenal dipegang oleh Stephen Hawking. Kendati begitu, proses penemuan teori kosmologi sejatinya sudah ada sejak lama, sehingga tokoh pencipta yang terlibat cukup banyak. Setiap ilmuwan berasal dari berbagai latar belakang serta zaman.

Baca Juga: Rahasia Pipa Kimberlite, Si Pembawa Berlian ke Permukaan Bumi

Artinya, kosmologi tidak lahir dari satu pemikiran tunggal. Teori ini adalah hasil gagasan-gagasan panjang para ahli dalam memahami asal-usul, struktur, hingga masa depan alam semesta. Seiring waktu teorinya terus mengalami penyempurnaan hingga membentuk kerangka ilmiah modern seperti yang kita kenal saat ini.

Pencipta Teori Kosmologi, Berikut Sejumlah Tokohnya

Secara sederhana, kosmologi adalah cabang ilmu yang mempelajari alam semesta secara keseluruhan. Hal itu mencakup asal-usul, evolusi, struktur besar serta nasib alam semesta pada akhirnya. Sementara itu, kosmologi modern bertumpu pada hukum fisika. Terutama relativitas dan mekanika kuantum. 

Kedua hukum tersebut berfungsi untuk menjelaskan fenomena berskala kosmik seperti galaksi, lubang hitam dan ekspansi alam semesta. Jejak awal teori kosmologi dapat kita telusuri dari kisah-kisah mitologi di berbagai peradaban kuno dengan pencipta yang tidak pasti. Catatan-catatan itu berupaya menjelaskan bagaimana dunia tercipta. Namun, fakta rasional mulai berkembang pada masa Yunani Kuno.

Dimana tokoh-tokoh seperti Pythagoras, Aristoteles dan Ptolemeus menyusun pandangan alam semesta dengan Bumi sebagai pusatnya. Model geosentris ini pun sukses mendominasi pemikiran manusia selama berabad-abad.

Perubahan Gagasan oleh Para Ahli

Perubahan besar terjadi pada abad ke-16 ketika Nicolaus Copernicus memperkenalkan gagasan bahwa Matahari, bukan Bumi, berada di pusat tata surya. Pandangan ini semakin kuat berkat pengamatan Galileo Galilei dan hukum gerak planet besutan Johannes Kepler. Data-data lain seperti satelit Jupiter, Venus serta permukaan bulan yang tidak rata kian jadi dasar empiris yang menguatkan teori Copernicus.

Perkembangan tersebut membuka jalan bagi Isaac Newton untuk merumuskan hukum gravitasi universal yang menjadi fondasi fisika dasar. Memasuki abad ke-20, kosmologi mengalami lonjakan besar. Albert Einstein menerbitkan teori relativitas umum pada tahun 1915. Ia merevolusi pemahaman tentang ruang serta waktu.

Beberapa tahun kemudian, Edwin Hubble menemukan bahwa galaksi-galaksi saling menjauh. Hal itu menandakan alam semesta sedang mengembang. Temuan ini lantas memperkuat model Big Bang yang sekarang menjadi dasar utama kosmologi modern.

Stephen Hawking Pemapar Teori Kosmologi Populer

Puluhan tahun berlalu, nama Stephen Hawking muncul. Seperti telah tertera sebelumnya, ia menyandang gelar pencipta teori kosmologi terpopuler. Stephen William Hawking lahir 8 Januari 1942. Pria yang wafat 2018 tersebut merupakan fisikawan, penulis dan Direktur Penelitian di Centre for Theoretical Cosmology, Cambridge University.

Baca Juga: Mengungkap Empat Penemuan Nikola Tesla yang Dikubur Kepentingan Elit karena Membahayakan

Hawking terkenal lewat kolaborasinya dengan Roger Penrose dalam merumuskan teorema singularitas gravitasi. Sebuah teori yang menjelaskan kondisi ekstrem pada awal alam semesta dan di dalam lubang hitam.

Salah satu kontribusi terbesarnya adalah prediksi bahwa lubang hitam tidak sepenuhnya “hitam”. Melainkan memancarkan radiasi yang kini populer sebagai radiasi Hawking. Ia juga menjadi tokoh pertama yang secara serius menggabungkan relativitas umum dan mekanika kuantum dalam kerangka kosmologi.

Kosmologi ala Stephen Hawking

Sebagai tokoh pencipta teori kosmologi modern, Hawking menegaskan kita bisa memahami alam semesta tanpa harus selalu melibatkan Tuhan. Menurutnya, alam semesta dan apa yang terjadi di dalamnya bisa teridentifikasi lewat hukum-hukum alam. Termasuk melalui gravitasi dan fisika, bukan hanya karena pengaruh kekuatan supranatural.

Hawking sering menggunakan analogi “balon yang mengembang” untuk menjelaskan alam semesta. Analoginya seperti air mendidih. Di atas air akan muncul banyak gelembung uap. Sebagian gelembung pecah, sisa lainnya menghilang dan hanya beberapa yang bertahan.

Alam semesta pun sama. Banyak kemungkinan alam semesta lain yang muncul. Namun, alam semesta kita adalah salah satu yang berhasil terbentuk dan tetap ada. Bagi Hawking, ini semua muncul dari ketiadaan, melalui proses spontan yang mengikuti hukum alam.

Sebagai contoh, gravitasi menyebabkan sesuatu terbentuk dengan sendirinya tanpa campur tangan dari luar. Pandangan ini sejalan dengan gagasan bahwa alam itu mampu menghasilkan dirinya sendiri.

Baca Juga: Potensi Besar Penelitian Bakteri Usus Katak dalam Melawan Kanker

Secara keseluruhan, pencipta teori kosmologi bukan hanya satu orang atau satu periode saja. Melainkan hasil penelitian panjang dari filsuf Yunani kuno hingga ilmuwan modern seperti Stephen Hawking. Pemikiran para ilmuwan ini menunjukkan berbagai fakta penting. Sehingga pencipta teori kosmologi modern berhasil menggabungkan semuanya. Dengan tujuan membuka wawasan baru tentang asal-usul, evolusi, bahkan kemungkinan masa depan alam semesta. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |