Pemkab Sumedang Percepat Pembangunan Dapur MBG, Portal Pengawasan Diperketat

6 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Pemerintah Kabupaten Sumedang mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menargetkan pembangunan 240 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Percepatan program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Kantor Bupati Sumedang, Kamis (21/5/2026).

Saat ini, sebanyak 148 dapur SPPG telah beroperasi di berbagai wilayah Sumedang. Selain itu, 68 dapur masih dalam tahap pembangunan dan 28 lainnya disiapkan khusus untuk daerah terpencil agar distribusi program MBG dapat menjangkau seluruh penerima manfaat.

Dalam rapat tersebut, salah satu fokus utama ialah optimalisasi portal mbg.sumedangkab.go.id guna meningkatkan transparansi pelaksanaan program MBG. Portal tersebut akan digunakan untuk memantau aktivitas setiap dapur sekaligus membuka akses informasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Pemkab Sumedang Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah Berteknologi Turbocyclon

Menurut Dony, seluruh pengelola SPPG diwajibkan melaporkan menu harian melalui sistem tersebut. Kebijakan itu diterapkan untuk menjaga transparansi dan memastikan standar pelayanan berjalan sesuai aturan.

“Arti penting portal MBG adalah meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program MBG, menciptakan kompetisi yang sehat antar mitra dan memastikan seluruh dapur menjalankan aturan,” kata Dony.

Pengelola dapur yang tidak rutin mengisi laporan disebut akan mendapat teguran hingga sanksi penghentian sementara operasional.

Baca Juga: Pemkab Sumedang Benahi Pengelolaan Sampah di TPSA Cibeureum

“SPPG yang tidak memberikan laporan pada portal akan ditegur melalui surat dan berpotensi disuspend,” tegasnya.

Percepat Pembangunan Dapur MBG, Koordinasi Lintas Sektor Ditingkatkan

Selain pengawasan digital, Pemkab Sumedang juga menyiapkan koordinasi lintas sektor dengan melibatkan kepala sekolah, unsur Forkopimcam, aparat kewilayahan hingga pengelola dapur MBG. Langkah itu dilakukan agar pengawasan program berjalan lebih terintegrasi.

Pemerintah daerah turut menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Sumedang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam program tersebut.

Baca Juga: Warga Citimun Sumedang Gelar Syukuran Usai Pembangunan KDMP Rampung

Relawan dan tenaga kerja MBG nantinya akan mendapatkan pelatihan keterampilan serta sertifikasi kerja. Pengawasan operasional dapur juga akan diperketat melalui penerapan absensi berbasis E-Office bagi kepala SPPG. Sistem itu disiapkan untuk memastikan kehadiran pengelola dapur tetap terpantau sehingga layanan distribusi makanan tidak terganggu.

“Absensi kepala SPPG penting untuk memastikan operasional dapur berjalan baik,” ucapnya.

Di sektor ekonomi, program MBG mulai memberikan dampak signifikan bagi Sumedang. Pemerintah daerah mencatat perputaran uang dari program tersebut mencapai sekitar Rp149,92 miliar per bulan. Sementara itu, 148 dapur yang sudah aktif beroperasi disebut telah menyerap sekitar 7.400 tenaga kerja.

Dony menegaskan percepatan pembangunan dapur SPPG harus terus dilakukan agar seluruh masyarakat segera menerima manfaat program MBG. “Saya ingin dipercepat agar semua masyarakat segera menerima manfaat,” pungkasnya. (Aang/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |