Fosil Montsechia vidalii jadi sorotan dalam penelitian baru belum lama ini. Dalam penelitian tersebut, menyebut bahwa Montsechia vidalii ialah bunga tertua yang sudah ada sejak zaman dinosaurus. Bunga ini sendiri ialah tanaman air tawar kuno yang berasal dari Spanyol.
Baca Juga: Peneliti Temukan Jamur Lichen Oranye di Atas Fosil Dinosaurus
Semasa hidupnya, bunga ini tumbuh subur di era Kapur. Karena hal itu, hidupnya bersinggungan dengan Brachiosaurus dan Iguanodon. Bunga ini memang sudah hidup berkisar 130 juta tahun yang lalu.
Fosil Montsechia vidalii Ditemukan
Dalam penemuan fosil ini mengungkap bahwa Montsechia vidalii ada di wilayah yang kini jadi Pegunungan Pyrenees dan Spanyol Tengah. Sebenarnya penemuan fosilnya sudah lebih dari satu abad lalu. Penemuannya di Pegunungan Iberia.
Akan tetapi, tim peneliti baru bisa mengungkap identitas aslinya belum lama ini. Peneliti tersebut berasal dari Universitas Indiana. Para peneliti mengungkap identitasnya dengan analisis laboratorium yang mendalam.
Penelitian Montsechia vidalii
Dalam mengungkap identitas bunga ini, para peneliti menggunakan asam klorida. Hal ini bertujuan untuk melepaskan struktur tumbuhan dari batu kapur. Selain itu, peneliti juga memanfaatkan campuran kalium klorida dan asam nitrat. Tujuannya tidak lain untuk mengecek kutikula daun yang ada di bawah mikroskop elektron.
Baca Juga: Warna Tertua di Dunia Ditemukan Dari Fosil Purba
Penemuan fosil Montsechia vidalii ini sendiri sudah terbit dalam jurnal yang berjudul PNAS (Proceedings of the National Academy of Sciences). Karena penemuan ini, posisi Montsechia vidalii bisa menggeser Archaefructus sinensis yang berasal dari Tiongkok. Mulanya memang bunga ini yang mendapatkan predikat sebagai tumbuhan berbunga tertua.
Karakteristik Montsechia vidalii
Pembahasan berikutnya, kita akan kupas tuntas seputar karakteristiknya. Montsechia vidalii memiliki karakteristik tak lazim dan unik. Hal ini karena bentuknya tak seperti tumbuhan berbunga modern lainnya. Langsung saja, berikut karakteristiknya.
Pola Daun
Bunga ini memiliki pola daun yang tersusun saling berhadapan atau spiral di sepanjang batang.
Struktur Biji
Kemudian untuk karakteristik berikutnya, berkaitan dengan struktur biji. Rupanya bunga ini memiliki struktur biji tunggal dengan ukuran kelopak kecil. Biji tersebut tumbuh terbalik di bagian ketiak daun.
Tanpa Akar
Ternyata bunga ini tidak memiliki akar. Karena hal itu, penampakannya mirip dengan rumput laut yang ada di bawah permukaan air tawar. Bukan hanya tidak memiliki akar, fosil Montsechia vidalii ini juga tak mempunyai mahkota ataupun nektar.
Karena ketiadaan beberapa bagian bunga tersebut, tim peneliti terdahulu pernah salah dalam mengidentifikasinya. Akan tetapi, karena ada biji tertutup atau terkenal dengan istilah angiospermae, maka memastikan posisinya di dalam sejarah evolusi tanaman.
Fakta Menarik Montsechia vidalii
Supaya lebih mengenal bunga tertua ini, pastikan juga memahami berbagai fakta menariknya. Bukan hanya menarik, faktanya pun juga beragam. Berikut beberapa diantaranya.
Sebagai Tumbuhan Akuatik
Salah satu faktanya yaitu bunga ini termasuk tumbuhan akuatik. Hal ini berarti bunga tersebut hidupnya di air. Fakta tersebut diungkap oleh pakar tumbuhan purba yang berasal dari Universitas Indiana, David Dilcher.
Dari fosil memperlihatkan bahwa Montsechia vidalii terbilang sederhana. Hidupnya di air seperti halnya tanaman kolam. Perkembangan bunga pun sebagai bagian tumbuhan sebenarnya masih relatif baru apabila meninjau secara evolusi. Bunga sebenarnya tampak sebagai sistem kompleks yang mencakup sel kelamin dan kelopak mahkota. Akan tetapi, kompleksitas tersebut nyatanya bisa membantu tumbuhan menyebar.
Menggeser Rekor Archaefructus sinensis
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa penemuan Montsechia vidalii bisa menggeser rekor Archaefructus sinensis. Sebelumnya, bunga tersebutlah yang memegang predikat sebagai bunga tertua. Archaefructus itu sendiri ialah genus tumbuhan berbiji yang sudah punah.
Genus ini memiliki tiga spesies. Hidupnya sekitar 125 juta tahun yang lalu. Hal ini berarti hidupnya di awal Kapur. Perlu untuk kita ketahui bahwa material fosil yang masuk ke dalam genus tersebut asalnya dari Formasi Yixian yang ada di timur laut Tiongkok.
Sama halnya Montsechia vidalii, genus tumbuhan ini juga termasuk tumbuhan berbunga air. Sementara untuk spesiesnya, selain sinensis, rupanya juga ada euflora dan liaoningensis. Bunga ini pun tidak kalah jadi sorotan.
Baca Juga: Evolusi Lili Laut, Fosil Berumur 480 Juta Tahun Terungkap
Fosil Montsechia vidalii langsung menjadi sorotan kalangan ilmuwan. Hal ini karena identitas asli fosil tersebut mengungkap bahwa Montsechia vidalii termasuk bunga tertua di Bumi. Awalnya ilmuwan kesulitan untuk mengidentifikasi bunga ini sebab tidak memiliki beberapa karakteristik tumbuhan berbunga pada umumnya. Namun karena keberadaan biji, akhirnya bisa mengungkapkannya. (R10/HR-Online)

5 hours ago
10

















































