Presiden Prabowo Subianto memerintahkan bank BUMN (HIMBARA) untuk menurunkan suku bunga kredit bagi masyarakat kecil guna menjaga keadilan ekonomi, meskipun BI-Rate baru saja naik menjadi 5,25 persen.
harapanrakyat.com,- Presiden Prabowo Subianto secara tegas menginstruksikan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) untuk segera mengambil langkah nyata dalam menurunkan suku bunga kredit bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kebijakan ini sebagai bentuk implementasi konkret dari ekonomi Pancasila. Negara berperan aktif menjamin pemerataan kesejahteraan dan hadir untuk melindungi rakyat kecil.
Dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu (20/5/2026), Presiden menyoroti adanya ketimpangan akses modal yang selama ini terjadi. Ia menggarisbawahi bahwa rakyat kecil sering kali terbebani oleh bunga yang lebih tinggi dari pengusaha besar yang memiliki fleksibilitas pendanaan di pasar global.
Baca Juga: Prabowo Murka! Bunga Pinjaman PNM Mekaar untuk Warga Miskin 24 Persen, Minta Segera Diturunkan
Oleh karena itu, Presiden perintahkan perbankan milik pemerintah untuk lebih fokus pada peran sosialnya guna memperkuat ekonomi masyarakat luas.
Urgensi Penyesuaian Suku Bunga Kredit di Tengah Tekanan Ekonomi Global
Langkah Presiden untuk mendorong penurunan suku bunga kredit ini muncul di tengah situasi ekonomi global yang bergejolak. Saat ini, Bank Indonesia (BI) baru saja menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Hal ini sebagai langkah pre-emptif untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh angka Rp17.700 per dolar AS.
Baca Juga: Menkeu Bongkar Pesan Internal Presiden Prabowo: Kas Negara Sangat Aman!
Kenaikan ini juga dilakukan untuk meredam dampak inflasi global serta konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia.
Selain intervensi melalui sektor perbankan, pemerintah juga memperkuat sinergi kebijakan fiskal dengan meluncurkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.
Kebijakan tersebut bertujuan untuk memperkuat cadangan devisa Negara. Sehingga kapasitas fiskal tetap terjaga untuk mendanai berbagai program perlindungan sosial bagi warga yang membutuhkan.
Baca Juga: BTN Ungkap Strategi Pendanaan Terkait Outlook Kredit RI Negatif Sebabkan Risiko Kenaikan Biaya Utang
Pemerintah berharap, melalui koordinasi yang kuat antara kebijakan moneter dan fiskal, ruang pemberdayaan ekonomi rakyat dapat tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar internasional.
Dengan adanya penyesuaian suku bunga kredit diharapkan beban finansial masyarakat berpenghasilan rendah dapat berkurang. Sehingga roda ekonomi di tingkat akar rumput tetap mampu bergerak secara optimal. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

5 hours ago
7

















































