Bukan Kurma, Ramadan di Pamarican Ciamis Disambut Wisata Petik Melon Premium

14 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Pemerintah Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, menyiapkan wisata petik melon premium untuk menyambut bulan suci Ramadan. Sebanyak 1.200 bibit melon varietas Lavender, Honey Dew, dan Honey Moon dibudidayakan di Greenhouse Wisma Desa Pamarican dan ditargetkan panen bertepatan dengan momen puasa.

Program ini digarap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nugraha Artakerti bersama Karang Taruna Setra Winaya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka sumber ekonomi baru berbasis wisata desa.

Baca Juga: Bukan Peluru Nyasar Pemburu Babi, Polisi Ungkap Fakta Insiden Remaja Pamarican Ciamis Tertembus Senapan Angin

Ketua BUMDes Nugraha Artakerti, Rifki Humaedi, mengatakan pengembangan melon premium dipilih karena memiliki nilai jual tinggi dan peluang pasar yang jelas, khususnya saat Ramadan.

“Melon kami arahkan panen saat bulan puasa. Selain dijual, kami siapkan konsep wisata petik melon agar masyarakat bisa datang langsung ke greenhouse,” kata Rifki, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Rifki, wisata petik melon ini diharapkan mampu menarik kunjungan warga lokal maupun dari luar daerah. Konsepnya sederhana, pengunjung dapat memetik langsung buah dari tanaman, sekaligus mengenal sistem pertanian modern berbasis greenhouse.

Selain melon, pengelola juga mengembangkan berbagai jenis sayuran hortikultura seperti selada dan kangkung. Untuk komoditas sayuran, panen sudah mulai dilakukan dan hasilnya langsung dipasarkan ke masyarakat.

“Sayuran sudah mulai panen dan kami distribusikan. Untuk melon, kami fokuskan kualitas karena segmennya premium,” ujarnya.

Baca Juga: Matangkan Persiapan, 53 ASN Pemkab Ciamis Ikuti Pembekalan Jelang Ujian Dinas dan UPKP

Program Wisata Petik Melon Premium di pamarican Ciamis Tidak Hanya Berorientasi Keuntungan Jangka Pendek

Rifki mengatakan, program ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek. BUMDes menargetkan Greenhouse Wisma Desa Pamarican menjadi pusat edukasi pertanian modern sekaligus ruang tumbuh wirausaha muda desa.

Keterlibatan Karang Taruna Setra Winaya menjadi bagian penting dalam pengelolaan greenhouse. Para pemuda dilibatkan langsung dalam proses budidaya, perawatan tanaman, hingga perencanaan pemasaran.

“Kami ingin pemuda desa punya pengalaman nyata mengelola usaha pertanian. Bukan hanya belajar teori, tapi langsung praktik,” kata Rifki.

Dukungan penuh datang dari Pemerintah Desa Pamarican. Kepala Desa Pamarican, Endang Rahman, menyebut wisata petik melon premium ini sebagai langkah konkret memanfaatkan aset desa secara produktif.

“Ini bukan hanya soal pertanian, tapi bagaimana desa mengelola potensi yang ada menjadi sumber ekonomi. Greenhouse ini kami harapkan jadi ikon baru Desa Pamarican,” ujar Endang.

Ia menambahkan, program ketahanan pangan berbasis hortikultura ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga, sekaligus menjadi contoh pengelolaan lahan terbatas dengan pendekatan teknologi modern.

“Kalau ini berhasil, bisa direplikasi di wilayah lain. Pamarican ingin menunjukkan bahwa desa juga bisa berinovasi,” ucapnya.

Baca Juga: Apa Arti Korve yang Diteriakkan Bupati Herdiat saat Apel Ciamis Lebih Bersih?

Dengan mengandalkan melon premium dan konsep wisata petik saat Ramadan, Desa Pamarican tak hanya menyambut bulan puasa, tetapi juga menyiapkan arah baru pengembangan ekonomi desa berbasis pangan dan pariwisata. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |