harapanrakyat.com,- Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi transformasi birokrasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur. Langkah nyata ini diwujudkan dengan mengirimkan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama, untuk mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Pendidikan tersebut di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jatinangor.
Baca Juga: BKPSDM Ciamis Intensifkan Pembinaan ASN di Kecamatan, Tekankan Integritas BerAKHLAK
Program pengembangan kompetensi tingkat tinggi ini selama lima bulan ke depan, tepatnya sejak 7 Juli hingga 12 November 2026. Dalam pelaksanaannya, LAN menerapkan metode blended learning, yang memadukan intensitas pembelajaran daring dengan sesi tatap muka (klasikal) untuk memastikan pendalaman materi berjalan maksimal.
Ketiga pejabat yang menjadi representasi Pemkab Ciamis dalam gelaran strategis tersebut adalah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Ai Rusli Suargi, S.STP., M.Si. kemudian, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian, H. Dadan Wiadi, ST., MT., MMG. Serta Sekretaris DPRD Kabupaten Ciamis, Dadang Mulyatna, S.Sos., M.Si.
Baca Juga: Pemkab Ciamis Anugerahkan Tanda Kehormatan bagi 180 ASN Berdedikasi
Program PKN Tingkat II Mengasah Kepemimpinan
Kepala BKPSDM Ciamis, Ai Rusli Suargi mengatakan, bahwa selama masa pendidikan akan ditempa melalui serangkaian kurikulum ketat, yang berfokus pada penguatan kompetensi kepemimpinan strategis. Fokus pembelajaran mencakup tata kelola pemerintahan yang dinamis. Kemudian, manajemen perubahan, hingga kolaborasi lintas sektor yang menjadi kunci sukses birokrasi modern.
Para peserta PKN Tingkat II dituntut untuk merumuskan dan mengimplementasikan sebuah “proyek perubahan”. “Ini bukan sekadar tugas akademis. Melainkan aktualisasi kepemimpinan yang harus mampu menjawab tantangan riil di instansi masing-masing,” katanya kepada HR Online, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, investasi pada pengembangan kompetensi kepemimpinan sebagai fondasi utama dalam menciptakan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan inovatif. Ia berharap, pasca-mengikuti PKN Tingkat II, mampu membawa perspektif baru dan inovasi segar. “Sehingga nantinya bisa berdampak langsung pada efektivitas tata kelola pemerintahan,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

1 month ago
99

















































