22 Temuan Kasus ODHIV Baru di Kota Banjar, Kelompoknya Berisiko Diminta Berobat Rutin

5 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDs/KPA Kota Banjar, Jawa Barat, yang juga Wakil Wali Kota Banjar, Supriana, mengungkapkan adanya temuan baru kasus Orang Dengan HIV (ODHIV). Atas temuan tersebut, pihak pemerintah kota akan terus mempermudah layanan pengobatan. Selain itu juga, mengajak mereka yang masuk kelompok berisiko untuk memeriksakan diri dan berobat.

Baca Juga: Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kota Banjar Dinilai Kurang Inklusif

Supriana mengatakan, berdasarkan data dari fasilitas kesehatan (faskes) sejak Januari sampai dengan Juni 2026 terdapat 22 temuan baru kasus ODHIV. Data terbaru dari faskes tersebut, untuk RSUD Banjar mencatat temuan kasus baru terbanyak sebanyak 7 kasus. Kemudian, RSBP 5 kasus, selebihnya temuan dari puskesmas.

Adapun distribusi kasus paling dominan berada pada usia produktif rentang usia 25-49 tahun, dengan proporsi 77 persen dari total keseluruhan kasus.

“Dua fasilitas ini menyumbang 55 persen dari keseluruhan kasus. Paling dominan berada pada usia produktif,” kata Supriana saat pemaparan temuan kasus ODHIV kepada wartawan, Senin (31/8/2026).

Lanjutnya menyebut, sebanyak 27,3 persen dari 22 kasus ODHIV baru sudah memulai pengobatan ARV pada semester 1 tahun 2026. Sehingga, masih ada yang belum melakukan pengobatan.

“Artinya sekitar 7 dari 10 kasus baru beresiko belum terhubung ke layanan pengobatan pada periode laporan ini,” ujar Supriana.

Baca Juga: Dinkes Sumedang Perluas Layanan HIV di Puskesmas untuk Tekan Penularan dan Stigma

Lanjutnya mengatakan, masyarakat tidak perlu memberikan stigma negatif dan khawatir, karena virus tersebut tidak akan menular dengan cara bersalaman berinteraksi dan berjuang sosial.

Ia mengajak kepada siapapun yang berisiko untuk memeriksakan diri dan berobat di fasilitas layanan kesehatan. Hal itu supaya bisa ditangani dan penambahan kasus baru bisa ditekan.

“Kami ingin mengajak mereka yang masuk kelompok berisiko untuk memeriksakan diri dan berobat melalui layanan kesehatan,” ucapnya.

Soal Kasus ODHIV Baru, Ini Kata KPA Kota Banjar

Smeentara itu, Pengelola Program KPA Kota Banjar, Firmansyah mengatakan, pihaknya akan melakukan edukasi terhadap kelompok berisiko supaya mau memeriksakan diri dan melakukan pengobatan.

Selain itu, pihaknya juga akan terjun ke sekolah-sekolah untuk edukasi dan pencegahan dini. Edukasi ini bertujuan, agar para siswa dapat memahami terkait bahaya dan penanggulangan HIV/Aids.

Baca Juga: Deteksi Dini HIV/Aids, Kelompok Rentan di Kota Banjar Tes VCT

“Dari Dinas Kesehatan sudah berupaya mengajak mereka yang tidak mau berobat agar berobat. Kami juga akan turun ke sekolah-sekolah untuk edukasi, terkait HIV,” katanya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |