Sejarah Negara Nepal jadi topik hangat pasca kawasan Himalaya tersebut menghadapi banjir bandang dahsyat pada 26 Agustus 2026. Sebelum air bercampur es, batu, lumpur dan material longsoran menerjang, Negara Nepal memiliki sejarah panjang sekaligus unik. Dalam catatan sejarah dunia, Nepal adalah salah satu wilayah yang tidak pernah dijajah oleh Bangsa Eropa.
Baca Juga: Sejarah Dinasti Ming, Pendirian hingga Masa Keruntuhannya
Meski demikian sempat terlibat perang dengan British East India Company. Selain historis politik, negara ini juga mempunyai hubungan kuat dengan agama Hindu dan Budha. Bahkan, menjadi tempat kelahiran Siddhartha Gautama atau Sang Buddha. Sementara itu, kepercayaan Hindu berkembang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat serta kerajaan Nepal hingga sekarang.
Sejarah Negara Nepal dan Awal Mula Berdirinya
Wilayah yang sekarang menjadi Nepal telah dihuni berbagai kelompok masyarakat sekitar abad ke-4 Masehi. Lokasinya berkembang melalui sejumlah kerajaan kecil. Kondisi geografis berupa pegunungan, lembah, serta jalur perdagangan membuat kawasannya punya posisi strategis di antara India dan Tibet.
Pada masa awal, Nepal tidak langsung berbentuk satu negara seperti sekarang. Sejumlah kerajaan dan dinasti berkembang di kawasan tersebut dengan pusat kekuasaan yang berbeda. Lembah Kathmandu menjadi salah satu kawasan penting dalam perkembangan politik dan kebudayaan Nepal. Wilayahnya berkembang sebagai pusat perdagangan sekaligus tempat bertemunya berbagai pengaruh budaya.
Persaingan antar-kerajaan kemudian berlangsung selama berabad-abad. Kondisi tersebut membuat wilayah Nepal terpecah. Di dalamnya muncul sejumlah kekuatan politik. Masing-masing kerajaan berusaha memperluas pengaruh dan mempertahankan wilayah kekuasaan. Keadaan ini membuat penyatuan Nepal menjadi proses panjang yang penuh konflik serta persaingan.
Prithvi Narayan Shah Satukan Nepal
Perubahan besar dalam sejarah Negara Nepal terjadi ketika Raja Prithvi Narayan Shah dari Kerajaan Gurkha. Memasuki abad ke-18, Prithvi Narayan Shah mulai memperluas kekuasaannya. Ia memiliki ambisi menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di kawasan Himalaya. Upaya tersebut berlangsung melalui serangkaian penaklukan dan strategi politik.
Baca Juga: Vigan City Filipina, Kota Tua Warisan Dunia yang Pernah Terhubung dengan Nusantara
Pada akhirnya, Gurkha berhasil menguasai Kathmandu sekaligus wilayah penting lainnya. Penyatuan tersebut menjadi salah satu fondasi terbentuknya Nepal modern. Kathmandu kemudian berkembang sebagai pusat pemerintahan negara yang semakin luas. Gurkha juga memperkenalkan agama Hindu sehingga Nepal resmi menjadi negara agama.
Konflik dengan Inggris dan Negara Tetangga
Setelah wilayah Nepal semakin luas, kerajaan tersebut mulai berhadapan dengan kekuatan besar di sekitarnya. Perluasan wilayah Nepal bahkan memicu persaingan dengan British East India Company yang saat itu memiliki pengaruh besar di India. Konflik besar terjadi dalam Perang Anglo-Nepal pada 1814 hingga 1816. Perselisihan terutama berkaitan dengan wilayah perbatasan dan perluasan kekuasaan kedua pihak.
Dalam catatan sejarah, Pasukan Negara Nepal terkenal memiliki kemampuan tempur yang kuat. Para prajurit Gurkha kemudian memperoleh reputasi sebagai tentara tangguh. Kelak banyak direkrut untuk bergabung dengan pasukan Inggris. Perang tersebut berakhir melalui Perjanjian Sugauli pada 1816.
Nepal harus menyerahkan sejumlah wilayah kepada British East India Company dan menerima batas wilayah yang lebih sempit. Meski mengalami kekalahan hingga kehilangan wilayah, Nepal tidak berubah menjadi koloni Inggris. Kerajaan tersebut tetap mempertahankan pemerintahan secara mandiri.
Dinasti Rana Mengambil Alih Kekuasaan
Persaingan internal kemudian kembali mengguncang Nepal. Salah satu peristiwa penting terjadi pada 1846 melalui Pembantaian Kot. Pertikaian politik dan perebutan pengaruh di lingkungan kerajaan berujung pada bentrokan berdarah. Jung Bahadur Rana keluar sebagai tokoh paling kuat setelah peristiwa tersebut.
Ia kemudian mendirikan Dinasti Rana. Selama masa pemerintahan Rana, kekuasaan politik praktis berada di tangan keluarga Rana. Sementara raja memiliki peran yang lebih terbatas. Perubahan politik Nepal tidak berhenti pada masa Dinasti Rana. Masyarakat dan kelompok politik terus mendorong perubahan sistem pemerintahan.
Berakhirnya Monarki Absolut
Negara Nepal pada awalnya menjalankan sistem monarki dengan sejarah kekuasaan raja yang sangat besar. Namun, tuntutan demokrasi semakin kuat pada abad ke-20. Pada 1990, Nepal memasuki fase baru dengan menerapkan sistem monarki konstitusional. Perubahan tersebut memberikan ruang lebih besar bagi sistem multipartai dan lembaga perwakilan.
Meski demikian, konflik politik dan pemberontakan Maois kemudian mengguncang negara tersebut selama satu dekade. Konflik itu menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan besar dalam sistem pemerintahan. Hingga pada 2008, Nepal secara resmi mengakhiri sistem kerajaan selama berabad-abad.
Negara tersebut berubah menjadi republik demokratis federal dan sekuler. Perubahan yang ada sekaligus mengakhiri sejarah panjang monarki Nepal yang telah berlangsung selama berabad-abad. Nepal kemudian membangun sistem pemerintahan republik dengan presiden sebagai kepala negara.
Baca Juga: Gereja Pahatan Batu Lalibela dan Ambisi Kaisar Membangun Yerusalem Baru
Perjalanan panjang membuat sejarah Negara Nepal memiliki beberapa fase penting. Mulai dari kerajaan kecil, Dinasti Rana, monarki konstitusional, hingga republik federal. Di tengah perjalanan sejarah tersebut, Negara Nepal jadi sorotan dunia karena banjir bandang. Bencana ini menghancurkan permukiman, infrastruktur dan menelan banyak korban jiwa. Hingga 30 Agustus, laporan terbaru menyebut sekitar 750 meninggal dunia dan lebih dari 3.000 orang masih hilang. (R10/HR-Online)

3 hours ago
9

















































