Persib Bandung Lebih Ekspansif Bersama Tolic, Reuni Peralta-Berguinho Jadi Game Changer

3 hours ago 7

Pergantian Bojan Hodak ke Igor Tolic membuat Persib Bandung memasuki fase baru. Tetapi bukan berarti, seluruh blueprint permainan Maung Bandung harus direset atau install ulang.

Baca Juga: Sekjen Boboko Kuningan Bedah Ancaman Persib Bandung; Persija Paling Hot, Jangan Sepelekan Persebaya hingga Garudayaksa

Pemerhati Persib Bandung sekaligus jurnalis Erix Exvrayanto, melihat ada kesinambungan yang tetap dipertahankan. Sementara Tolic mulai memasukkan warna tactical approach miliknya.

“Secara basic, gameplan Persib sudah terbentuk sejak era Bojan Hodak. Jadi menurut saya, tongkat estafet itu diteruskan, bukan kemudian semuanya di-reset,” kata Erix dalam wawancara dengan harapanrakyat.com, Senin 31 Agustus 2026.

Perubahan justru mulai terlihat pada cara Persib memainkan fase ofensif. Erix yang juga Sekjen BOBOKO (Bobotoh Kolot) Distrik Kuningan menilai, Tolic memberikan ruang lebih besar bagi pemain Persib Bandung untuk mengeksplorasi attacking pattern, sirkulasi bola dan progresi serangan dari berbagai sisi lapangan.

“Kalau melihat pramusim Piala Presiden dan Dewata Challenge, permainan Tolic memang lebih terbuka dan dinamis. Serangannya datang dari banyak dimensi,” ujarnya.

Karakter tersebut sedikit berbeda dengan wajah Persib musim sebelumnya yang sangat kuat pada defensive organization, pressing dan kontrol terhadap ruang ketika kehilangan bola. Namun, Sekjen Boboko Kuningan ini tidak ingin perubahan gaya bermain tersebut hanya dibaca sebagai upaya Persib mengejar estetika permainan.

“Pada akhirnya sepak bola tetap soal efektivitas. Seperti kata Bojan Hodak, harus mencetak banyak gol. Tapi satu gol juga sangat berarti kalau itu cukup untuk memenangkan pertandingan,” ungkap Erix.

Artinya, Igor Tolic boleh membawa Persib Bandung bermain lebih ekspansif, tetapi struktur tetap menjadi fondasi. Build-up, pressing trigger, transisi permainan hingga final third tetap harus bekerja sebagai satu kesatuan.

Menanti Reuni Duo Eks-Borneo di Bawah Asuhan Pelatih Persib Bandung Igor Tolic

Cerita menarik lainnya datang dari Peralta dikemukakan Erix. Menurutnya, pemain tersebut belum sempat memperlihatkan koneksi dengan Berguinho karena mengalami cedera waktu ajang pramusim sebelum Peralta datang. Sehingga, Bobotoh harus sedikit bersabar untuk melihat reunion dua pemain yang sebelumnya sudah memiliki chemistry di Borneo FC.

Erix Exvrayanto justru melihat kedua pemain tersebut di bawah asuhan pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, sebagai sesuatu yang layak ditunggu. “Peralta sekarang saja bisa langsung tune-in dengan pemain Persib lainnya. Kalau nanti bertemu Berguinho, saya optimistis dia akan lebih hidup,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan Erix begitu percaya diri. Peralta dan Berguinho sudah memiliki pengalaman bermain bersama, sehingga chemistry mereka tidak perlu dibangun dari titik nol.

Baca Juga: Persija Masih Tahap ‘Under Construction’, Persib Sudah Geber Mesin Siap Cetak Rekor Quattrick Juara Liga 1

Ada pemahaman terhadap timing, pergerakan tanpa bola dan ruang yang bisa dimanfaatkan masing-masing pemain. Hal-hal semacam itu sering kali tidak terlihat dalam statistik, tetapi justru bisa menjadi pembeda ketika pertandingan masuk fase krusial.

“Enggak mungkin mereka lupa sentuhan satu sama lain. Mereka sudah pernah menjadi partner. Jadi ketika chemistry itu kembali muncul, Peralta dan Berguinho bisa saja menjadi kombinasi yang menarik,” tuturnya.

Menyongsong Kompleksitas Strategi Maung Bandung

Kehadiran Peralta sekaligus membuat ekspektasi Bobotoh setelah kepergian Ciro Alves semakin tinggi. Ada ruang yang harus diisi, bukan hanya secara posisi, tetapi juga dari sisi kontribusi di final third.

Menurut Erix, Peralta memiliki profil yang cukup masuk akal untuk mengisi kebutuhan tersebut. “Kalau melihat situasinya setelah Ciro keluar, saya rasa Peralta cocok menjadi pengganti sosoknya. Bobotoh sepertinya bakal move on dari Ciro Alves,” katanya.

Bobotoh Kuningan ini juga mengingatkan, bahwa kualitas Peralta sebenarnya sudah terlihat sebelum bergabung dengan Persib Bandung atau era Igor Tolic. Saat memperkuat Borneo, ia mulai menunjukkan produktivitas dan kontribusi assist yang membuat namanya semakin diperhitungkan.

“Musim pertama memang belum MVP, tetapi dia sudah double digit dan mencatat golden assist. Setelah itu performanya meningkat sampai akhirnya menjadi MVP,” jelas Erix.

Menariknya, sebagai pemerhati Persib, Erix mengaku tidak mengetahui secara pasti rencana kedatangan Peralta sebelum pengumuman resmi klub.

“Saya juga enggak tahu sebelumnya. Kita hanya mengikuti rumor dan perkembangan pemain. Setelah diumumkan manajemen, baru kita tahu Peralta benar-benar datang ke Persib,” ujarnya.

Kini puzzle Persib Bandung di era Igor Tolic perlahan mulai terbaca. Ada pelatih dengan attacking approach yang lebih dinamis, ada Peralta sebagai wajah baru lini depan, dan ada Berguinho yang masih menunggu waktu untuk kembali ke lapangan.

Jika semua potongan itu menyatu, Persib bukan hanya mendapatkan perubahan formasi di atas kertas, tetapi bisa memiliki mekanisme serangan yang lebih unpredictable.

Baca Juga: Persib Buka Peluang Tambah Pemain Baru, Igor Tolic Singgung Kans Datangkan Luka Modric di Musim 2026-2027

Dan ketika Peralta akhirnya kembali berkolaborasi dengan Berguinho, Bobotoh mungkin akan melihat satu pertanyaan terjawab. Apakah chemistry lama mereka masih bisa menjadi weapon baru bagi Persib Bandung di era Igor Tolic? (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |