harapanrakyat.com,- Kabar duka menyelimuti dunia kesehatan setelah berpulangnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr. Icha (27). Dokter muda itu ditemukan meninggal dunia. Sementara dugaannya menyebut ia tertekan dan mengalami depresi akibat tindakan intimidasi yang dilakukan oleh dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tenggara Utara. Di mana salah satu nama yang tersangkut adalah kader Partai Golkar.
Baca juga: Tragedi Latsarmil Program SPPI: 5 Peserta Meninggal Dunia, Kemenhan Ungkap Kronologi dan Penyebabnya
Merespons peristiwa ini, Haris Faisal yang menjabat sebagai unsur pimpinan Dewan Etik Partai Golkar turut angkat bicara. Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dokter tersebut dan berharap almarhumah ditempatkan di sisi terbaik Tuhan. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi ujian ini.
Penyebab Dokter Icha Meninggal Perlu Kajian Berbasis Fakta
Haris menegaskan bahwa setiap kabar yang berkembang harus dikaji secara teliti dan berlandaskan fakta. “Jika dugaan adanya tekanan tersebut kelak terbukti kebenarannya lewat jalur hukum yang objektif, maka perbuatan itu sama sekali tak bisa dibenarkan. Ini juga sekaligus mencoreng nama baik penyelenggara negara,” ujarnya saat dihubungi Senin (29/6/2026).
Lebih jauh ia menjelaskan, tindakan demikian bukan sekadar melanggar aturan jabatan publik. Selain itu, hal tersebut sangat bertentangan dengan prinsip dasar yang dijunjung partai. Hal itu melanggar nilai etika, Anggaran Dasar, serta peraturan organisasi yang mewajibkan setiap kader menjaga kehormatan dan menjauhi segala penyalahgunaan kekuasaan.
“Prinsip kami tegas, siapa pun yang memegang amanah harus bersikap santun, berintegritas, dan menyelesaikan masalah lewat musyawarah. Menggunakan kedudukan untuk menekan atau membuat orang lain takut, itu sama sekali bukan pengabdian, melainkan penyimpangan yang harus ditindak,” tambahnya.
Baca juga: Hati-Hati Kenalan Online! Simak 3 Tips Keamanan Digital dari Menteri Komdigi Meutya Hafid
Meski begitu, Haris mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah. Segala tuduhan atau dugaan harus dibuktikan terlebih dahulu melalui proses hukum yang terbuka, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, tidak terjadi kesimpulan yang keliru.
Apabila hasil penyelidikan kelak mengukuhkan adanya pelanggaran, baik dari sisi hukum maupun etika, maka sanksi tegas dari partai tak akan ditunda. Hal ini mutlak dilakukan demi menjaga kepercayaan rakyat. Selain itu, tujuannya untuk memastikan marwah lembaga perwakilan tetap terjaga dengan baik.
Haris menegaskan bahwa pandangan yang disampaikan merupakan tanggapan pribadinya, dan belum mewakili sikap resmi lembaga Dewan Etik Partai Golkar secara keseluruhan. (Juhaeri/R6/HR-Online)

2 months ago
116

















































