Kejari Cimahi Dialog Langsung dengan Sunda Wiwitan Cireundeu, Sampaikan Keluhan Administrasi hingga Pendidikan

3 hours ago 3

harapanrakyat.com,- Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi melalui Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM), turun langsung berdialog dengan masyarakat penghayat Sunda Wiwitan di Kampung Adat Cireundeu. Pertemuan yang berlangsung di Saung Baraya, Kamis (27/8/2026) lalu, menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka rasakan.

Baca Juga: Polres Cimahi Gandeng 200 Pengemudi Ojol, Bangun Mata-Mata Keamanan di Jalanan

Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi, Neneng Rahmadini, memimpin langsung rombongan yang didampingi Kepala Seksi Intelijen Fajrian Yustiardi serta jajaran. Tak hanya dari kejaksaan. Tokoh adat Abah Widi bersama para sesepuh menyambut hangat kedatangannya.

Dalam dialog yang berlangsung akrab dan terbuka, warga menyampaikan sejumlah kendala administrasi kependudukan yang masih kerap menjadi keresahan. Mulai dari urusan perkawinan, pencatatan identitas, hingga dokumen kependudukan lainnya. Kehadiran Disdukcapil diharapkan memudahkan persoalan ini ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

Pendidikan juga menjadi topik hangat. Warga mengeluhkan anak-anak penghayat kepercayaan kerap mengalami perundungan di sekolah karena keyakinan mereka. Pihak kejaksaan dan dinas terkait sepakat, bahwa sekolah harus menjadi ruang aman bagi semua siswa tanpa membedakan latar belakang. Selain itu, perlu edukasi bersama agar perbedaan keyakinan tidak menjadi alasan diskriminasi.

Masyarakat penghayat Sunda Wiwitan Cireundeu juga menyampaikan harapan, agar anak-anak di kampung adat dapat lebih mudah mengakses pendidikan jenjang SMP. Kendala aturan zonasi yang mempertimbangkan jarak tempat tinggal menjadi salah satu hambatan yang dihadapi. Aspirasi ini pun dicatat untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan.

Baca Juga: Lewat PAWANG RONDA, Forkopimda Cimahi Ajak Warga Bangun Benteng Keamanan dari Rumah

Kejari Cimahi Serap Aspirasi Warga Sunda Wiwitan Cireundeu

Kepala Kejari Cimahi, Neneng Rahmadini menegaskan, bahwa dialog seperti ini sangat penting agar persoalan tidak menumpuk dan berubah menjadi konflik. 

“Kalau ada apa-apa, jangan ragu datang dan berkomunikasi dengan kami. Lebih baik dibicarakan sejak awal daripada menunggu sampai membesar,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).

Neneng juga menegaskan ruang komunikasi ini tetap terbuka dan berkelanjutan. Setiap masalah akan disampaikan kepada instansi yang berwenang, diselesaikan bersama, dan tetap berpegang pada aturan hukum serta menghormati adat istiadat setempat.

Pertemuan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Kejaksaan Negeri Cimahi, Pemkot Cimahi, dan masyarakat penghayat Sunda Wiwitan di Kampung Adat Cireundeu. 

Baca Juga: Sebagai Kota Perlintasan, ODGJ Terlantar Kian Banyak di Cimahi

“Melalui pendekatan yang terbuka dan menghargai keberagaman, diharapkan setiap persoalan dapat dipetakan dan ditangani lebih cepat, tepat, dan melibatkan semua pihak,” tutupnya. (Eri/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |