Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan apresiasi atas kehadiran League Cup untuk musim 2026/2027 mendatang. Kompetisi sepak bola ini sendiri, merupakan pembaruan dari Piala Indonesia yang sudah pernah ada sebelumnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Turunkan Full Team di Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026, Bidik Hasil Terbaik
Nantinya, kompetisi ini akan mempertemukan antara tim dari Super League yang sebelumnya bernama Liga 1 dan tim Championship. Pertemuan antara kasta pertama dan kedua ini akan membuat pertandingan jadi semakin menarik dan kompetitif.
Setidaknya ada 36 klub yang akan bermain dengan pembagian 9 grup. Tiap grup nantinya akan berisi 4 tim, belum ada informasi lebih lanjut apakah kompetisi tersebut akan menggunakan sistem gugur ataupun poin.
“Saya pribadi mengapresiasi adanya League Cup yang mempertemukan klub Liga 1 dan Liga 2,” jelasnya melansir laman resmi PSSI pada Sabtu (29/8/2026).
Karena League Cup akan berlangsung di tengah kompetisi Super League, I.League sebagai promotor pun mempersiapkan diri sebaik mungkin. Melalui Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, I.League melakukan sosialisasi terkait kalender kompetisi untuk musim 2026/2027 nanti.
Salah satunya dengan penjadwalan lebih dini, sehingga tiap klub punya waktu untuk menyusun dan merencanakan pergantian tim. Utamanya kepada klub yang mengikuti lebih dari 2 kompetisi, sehingga tak ada pemain yang mengalami kelelahan.
“Kalender musim 2026/2027 kami susun dan perbarui, sehingga tiap klub dalam melakukan perencanaan lebih awal. Kompetisi ini juga sudah disesuaikan dengan kalender kompetisi domestik, Asia, maupun internasional,” ucap Ferry mengutip laman resmi PSSI pada Sabtu (29/8/2026).
Dengan penjadwalan dini, I.League berharap tidak ada klub yang mengalami kesulitan. Benturan jadwal maupun kompetisi pun bisa dihindari, sehingga klub bisa lebih optimal dalam mengikuti tiap pertandingan.
Baca Juga: Erick Thohir Ubah Format Piala Presiden, Klub Liga 1 Hadapi Dilema Kehilangan Pemain
League Cup Hadirkan Ekosistem Sepak Bola yang Lebih Kompetitif
Erick berpendapat, pertemuan dua kasta di League Cup merupakan rencana untuk membangun ekosistem sepak bola lokal yang lebih kompetitif. Perbedaan kasta seharusnya memberikan pengalaman lebih untuk tiap klub, baik pemain maupun jajaran pelatih.
“Klub kan dapat jam main tambahan, pemain bisa makin berkembang, dan publik punya tontonan makin beragam. Kalau begitu kan ekosistem sepak bola Indonesia jadi lebih sehat.” jelas Erick Thohir.
Baca Juga: Klub yang Prioritaskan Pemain Domestik di Super League 2026/2027 akan Dapat Bonus, Ini Bocorannya!
Ketua PSSI ini juga mengingatkan, setiap tim untuk bertanding dengan profesional dan sportif. Sehingga kemungkinan adanya rasisme dan diskriminasi bisa terhindari selama kompetisi League Cup berlangsung. (Revi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

2 hours ago
7

















































