harapanrakyat.com,- Kondisi SMP Negeri 2 Ngamprah di Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat menyita perhatian publik setelah videonya menyebar luas di media sosial. Bangunan yang tampak tidak terawat, dinding penuh coretan, dan lingkungan yang kumuh membuat banyak pihak prihatin.
Baca juga: Musim Kemarau, Damkar KBB Terjepit Armada Tua dan Krisis Sumber Air
Menanggapi hal itu, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail bersama Komisi IV DPRD KBB langsung turun ke lapangan pada Senin (24/8/2026) untuk melihat kondisi sebenarnya.
DPRD KBB Merasa Prihatin
Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha, mengaku sangat prihatin menyaksikan langsung keadaan sekolah tersebut. Baginya, kondisi gedung dan lingkungan sekolah adalah cermin sejati bagaimana dunia pendidikan di daerah ini diperlakukan.
Jika sekolahnya tidak layak, bagaimana bisa kita berharap generasi penerus tumbuh dengan baik? “Sarana dan prasarana sekolah itu wajah pendidikan. Kalau wajahnya tidak terawat, bagaimana anak-anak bisa nyaman belajar?” ujar Nur.
Ia menegaskan, di Bandung Barat tidak boleh lagi ada sekolah yang kumuh dan membiarkan anak-anak belajar dalam lingkungan yang tidak layak.
Hal yang paling disayangkan adalah dinding sekolah yang penuh coretan, seolah tak pernah mendapat perhatian untuk dibersihkan atau diperbaiki. Lingkungan yang tidak terawat ini tentu membuat siapapun yang melihatnya merasa tidak nyaman, apalagi murid yang harus menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari di sana.
“Kita saja yang melihat sebentar merasa tidak betah, apalagi anak-anak yang setiap hari belajar di sini. Kondisi seperti ini harus segera diubah,” tegas Nur.
Baca juga: Diserang Anjing Pitbull Saat Bermain, Bocah SD di Arjasari Bandung Dilarikan ke Rumah Sakit
Namun di tengah kekhawatiran itu, ada kabar baik. Bupati Jeje Ritchie Ismail langsung merespons dengan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sejumlah titik di sekolah tersebut. Langkah ini disambut baik oleh DPRD, yang akan terus mengawal proses pelaksanaannya hingga selesai.
Nur juga menyampaikan terima kasih kepada pihak REI yang mendampingi Bupati sekaligus membantu menyelesaikan pembangunan MCK di sekolah itu. Fasilitas sanitasi yang layak adalah kebutuhan dasar yang tak boleh diabaikan.
“Kami akan kawal ketat pelaksanaannya, terutama pada tahap perubahan anggaran. Harapannya, SMPN 2 Ngamprah tak lagi menjadi sorotan karena kondisi buruk, melainkan karena lingkungannya kini bersih, nyaman, dan layak untuk tempat belajar anak-anak,” pungkas Nur. (Juhaeri/R6/HR-Online)

7 hours ago
8

















































