Dampak Kemarau di Ciamis, Krisis Air Bersih Meluas ke 15 Kecamatan

13 hours ago 11

harapanrakyat.com,- Dampak musim kemarau mulai dirasakan secara serius oleh belasan ribu warga di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat, kekeringan kini telah meluas hingga 15 kecamatan, 22 desa, dan 38 dusun.

Baca Juga: Atasi Kekeringan di Cisaga, Pemkab Ciamis dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga

Secara kuantitatif, krisis ini telah menjerat 4.323 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 11.160 jiwa, yang kini sangat bergantung pada pasokan air bersih darurat dari pemerintah.

Untuk mengatasi kondisi dampak kemarau tersebut, BPBD Ciamis telah mendistribusikan 255.000 liter air bersih memanfaatkan 45 armada tangki secara bertahap. Penyaluran pertama 85.000 liter (12 tangki) pada Juli 2026, dan melonjak hingga 170.000 liter (33 tangki) sepanjang Agustus 2026.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Ciamis, Ani Supiani, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bergerak cepat menangani wilayah krisis air. Ia mengimbau pihak desa yang terdampak, untuk segera melapor tanpa khawatir akan prosedur administratif yang rumit.

Bahkan pihaknya menegaskan, karena kondisi kekeringan masih berlangsung, maka BPBD Ciamis terus memantau perkembangan di lapangan. “Kami segera menindaklanjuti apabila ada daerah lain yang mulai kesulitan air bersih,” ucapnya, Senin (24/8/2026).

Ani menambahkan, pihaknya akan segera menerjunkan tim asesmen setelah mendapat laporan untuk memastikan kondisi di lapangan sebelum pasokan air dikirimkan.

Baca Juga: RSUD Ciamis Gandeng Damkar dan BPBD Gelar Pelatihan Proteksi Kebakaran Serta Kegawatdaruratan Bencana

Sebaran Wilayah Terdampak Kemarau di Ciamis

Menurut data dari BPBD Ciamis, tingkat keparahan kekeringan tersebar bervariasi. Kecamatan Banjaranyar mencatat dampak terbesar dengan 3.133 jiwa terdampak (meliputi Desa Banjaranyar, Cigayam, Cikaso, dan Kalijaya). Kemudian Panawangan dengan 1.552 jiwa (Desa Kertajaya dan Karangpaningal). Menyusul Banjarsari dengan 1.495 jiwa (Desa Kawasen, Cibadak, dan Cicapar), serta Tambaksari sebanyak 1.137 jiwa (Desa Karangpaningal).

Kondisi krisis air bersih juga meluas ke kecamatan lain:

Pamarican: Desa Kertahayu (896 jiwa)

Kawali: Desa Karapawitan (707 jiwa)

Cimaragas: Desa Bojongmalang (420 jiwa)

Cikoneng: Desa Cimari (399 jiwa)

Cihaurbeuti: Desa Sumberjaya (270 jiwa)

Ciamis: Desa Benteng (262 jiwa)

Purwadadi: Desa Bantardawa (244 jiwa)

Lumbung: Desa Darmaraja (240 jiwa)

Cisaga: Desa Sidamulya dan Wangunjaya (215 jiwa)

Jatinagara: Desa Cintanagara (190 jiwa)

Cidolog: Desa Janggala (penanganan distribusi air)

Optimalkan Distribusi dan Kolaborasi Lintas Lembaga

Guna untuk memaksimalkan penyaluran bantuan di pemukiman warga, BPBD berkoordinasi dengan penanggung jawab wilayah setempat untuk menyiapkan penampungan air darurat, seperti torn atau kolam terpal. Langkah ini diambil agar pengisian dari armada tangki berlangsung efektif dan ramah warga.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di Ciamis Meluas, BPBD Salurkan 80 Ribu Liter Air ke Warga yang Terdampak Kemarau

Penanganan dampak kemarau di Ciamis juga mendapat dukungan dari berbagai elemen instansi teknis, perbankan, para agnia dan komunitas. “Alhamdulillah penanganan dilakukan secara bersama-sama,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |