Ole Romeny jadi salah satu pemain Timnas Indonesia yang jarang absen membela skuad Garuda. Sayangnya ada kritik keras dari pengamat sepak bola Indonesia, Edwin Setyadinata, mengenai performa Ole Romeny belakangan ini.
Menurut Edwin, sebagai pemain diaspora, performa yang Romeny miliki tak bisa dinilai karena performa masa lalu. Sebab kondisi fisik pemain terus berubah, utamanya karena usia maupun cedera.
Pendapat tersebut Edwin sampaikan di Podcast NLR Sports yang diunggah pada Senin (24/8/2026). Menurutnya performa harus dilakukan secara aktual. Utamanya pada performanya belakangan ini.
Baca Juga: Ole Romeny dan Justin Hubner Main Apik di Fortuna Sittard, Langsung Naik Peringkat 2 Klasemen!
Alasan pertama mengapa Edwin menilai performa Romeny menurun adalah cedera. Romeny sempat menepi cukup lama karena mengalami cedera yang cukup berat.
Kondisi fisiknya memang membaik dan proses pemulihan cedera sudah selesai. Namun, cedera tersebut menjadi faktor utama yang jadi penyebab turunnya performa Ole Romeny. “Sejago-jagonya pemain diaspora, pasti ada penurunan (performa), mereka juga manusia,” ujarnya.
Karenanya ia meminta pelatih Timnas Indonesia untuk lebih fair dalam melakukan Garuda Calling. Sebab, masih ada pemain yang tampil lebih bagus dan punya menit bermain cukup di klubnya. Sehingga bisa memberikan performa secara maksimal.
Baca Juga: Kabar Kurang Sedap untuk Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Terancam Gagal Gabung Juventus
Kehilangan Menit Bermain di Klub
Selain masalah cedera, Edwin juga menyoroti bagaimana persaingan pemain utama di tim membuat Romeny tersingkir. Apalagi ia sempat mengalami cedera dengan jangka waktu pemulihan yang cukup lama.
Menurutnya, pemain yang tak bisa mendapatkan menit bermain di klub akan kehilangan sentuhan dan ritme pertandingan. Kondisi Romeny kemungkinan akan bernasib sama dengan Thom Haye, pemain yang saat ini berlabuh ke klub di Super League.
“Romeny kalau gak ke Fortuna, cuma tinggal tunggu waktu saja (masuk ke klub Super League),” ujar Edwin.
Bagi Edwin, kehadiran pemain diaspora di sepak bola Indonesia harusnya mempercepat peningkatan kualitas. Sayangnya, di Indonesia para pemain diaspora dan naturalisasi malah menjadi fondasi utama tim. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

7 hours ago
10

















































