China tunda misi ke bulan padahal tinggal menghitung hari. Misi ini sendiri melibatkan wahana antariksa Chang’e. Wahana tersebut mengemban misi untuk mencari sekaligus menganalisa es air yang ada di kutub selatan bulan.
Baca Juga: Long March 3B Tersambar Petir, Tetap Sukses Bawa Satelit Ke Orbit
Sebelum benar-benar meluncur akhir pekan ini, kalangan ilmuwan meneliti wahananya secara lebih mendalam. Walaupun dijadwalkan segera meluncur, namun tak menyurutkan kalangan ilmuwan untuk menundanya karena alasan lebih krusial. Berikut penjelasan selengkapnya.
China Tunda Misi ke Bulan dengan Chang’e-7
Misi ke bulan yang satu ini berguna untuk uji langsung adanya cadangan es air tepat di bulan. Karena hal itu, misi yang dibawa wahana Chang’e-7 ini termasuk misi ambisius. Namun sayangnya, misi tersebut belum jadi terlaksana tahun ini.
Penundaan peluncuran Chang’e-7 ini terbilang mendadak. Alasannya lantaran badan antariksa China menyebut pesawatnya tidak memenuhi syarat peluncuran. Bahkan disebut tak bisa lepas landas dalam waktu dekat.
Sesuai dengan penjelasan pihak berwenang, keputusan ini muncul usai melakukan penilaian secara menyeluruh. Dalam proses penilaian tersebut, tentunya memegang prinsip keandalan, kehati-hatian serta menjamin kesuksesan mutlak.
Kendati demikian untuk alasan pasti seputar China tunda misi ke bulan tersebut tak ada penjelasan lebih terperinci. Selain itu, kalangan ilmuwan juga belum membeberkan kapan jadwal peluncuran ulangnya. Sebelumnya, Chang’e-7 dijadwalkan meluncur dengan roket pendorong di Pusat Peluncuran Wenchang, Pulau Hainan.
Misi yang Diemban Chang’e-7
Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa wahana antariksa Chang’e-7 membawa misi penting. Adapun misinya ialah analisis kandungan es air yang ada di kutub selatan bulan. Lebih tepatnya di kawasan yang diduga simpan cadangan air beku di dalam kawah namun tidak pernah terpapar sinar matahari.
Baca Juga: Wahana Tianwen-2 Capai Kamo’oalewa, Bulan Semu Pendamping Bumi
Apabila misi tersebut berhasil nantinya, maka akan jadi analisis pertama kali dalam sejarah yang berjalan secara langsung terhadap air di bulan. Namun karena belum jadi meluncur, maka kalangan ilmuwan masih tak bisa memastikannya. Perlu lebih bersabar lagi dalam menunggu peluncuran Chang’e-7 dan ungkap hasilnya.
Persaingan Sengit China dan AS
China dan AS (Amerika Serikat) selama ini terkenal sebagai rival untuk menguasai area kutub selatan bulan. Apabila misi Chang’e-7 ini berhasil terlaksana, maka China otomatis selangkah lebih maju daripada Amerika Serikat. Namun kenyataannya, misi tersebut mengalami penundaan.
Karena China tunda misi ke bulan, persaingannya dengan AS jadi terasa semakin ketat. Keduanya sama-sama ingin menguasai kawasan bulan tersebut lantaran cadangan es air bekunya yang melimpah. Bahkan kawasan ini terkenal sebagai target utama eksplorasi internasional.
Perlu untuk diketahui bahwa sumber daya inilah yang penting dalam menunjang keberlanjutan pangkalan luar angkasa masa depan. Hal ini karena sumber daya tersebut bisa jadi air minum. Bahkan juga bisa mendukung pasokan oksigen sampai dengan bahan bakar roket.
Jika China dengan wahana antariksa Chang’e-7, maka Amerika Serikat punya misi sendiri. Misi eksplorasi wilayah bulan dari Amerika Serikat ternyata berupa pendaratan wahana Griffin pada akhir tahun 2026 nanti. Wahana tersebut milik Astrobotic Technologies.
Tak hanya satu wahana saja. Amerika Serikat menunjukkan taringnya untuk kunjungi bulan dengan juga menggandeng wahana Blue Origin milik Jeff Bezos. Wahana robotik tersebut mengangkut VIPER yang tak lain adalah milik NASA.
Jadwal Peluncuran Ulang Chang’e-7
China tunda misi ke bulan jadi angin segar tersendiri bagi Amerika Serikat. Namun lagi-lagi pencinta astronomi penasaran dengan jadwal peluncuran ulang wahana antariksa Chang’e-7. Kendati demikian, belum ada pengumuman resmi kapan peluncuran ulangnya.
Mengingat, peluncuran ke kutub selatan bulan tak bisa sembarang waktu. Hal ini karena kondisi cahaya matahari yang ada di kutub bulan memungkinkan pendaratannya hanya dalam waktu terbatas tiap tahunnya. Oleh karena itu, China kemungkinan butuh waktu setidaknya setahun lagi untuk mendapat peluang dalam meluncurkan wahananya.
Baca Juga: Matahari Buatan China EAST Berhasil Lampaui Batas Greenwald
China tunda misi ke bulan undang perhatian banyak pihak. Hal ini karena penundaan tersebut terbilang mendadak hingga mengejutkan berbagai pihak. Namun ternyata China memiliki alasan tersendiri kenapa sampai mengambil keputusan untuk tunda misi ke bulan. Karena penundaan ini, persaingan antara China dan AS dalam eksplorasi kutub selatan bulan jadi semakin panas. (R10/HR-Online)

14 hours ago
11

















































