Bedanya kurang darah dan tekanan darah rendah sering kali menimbulkan kebingungan bagi masyarakat luas. Rasa lemas dan pusing mendadak kerap dianggap sebagai tanda kurang darah. Sehingga banyak orang langsung mengkonsumsi suplemen penambah darah tanpa pemeriksaan. Padahal, masalah utama bisa saja bersumber dari kondisi tekanan darah yang rendah. Karena itu, dokter spesialis penyakit dalam menegaskan bahwa kedua gangguan kesehatan tersebut memiliki mekanisme yang sangat berbeda.
Baca Juga: Kadar Oksigen dalam Darah, Indikator Vital Kesehatan Paru dan Jantung
Jangan Salah Kaprah, Ini Bedanya Kurang Darah dan Tekanan Darah Rendah
Keluhan fisik akibat kurang darah dan tekanan darah rendah memang terlihat serupa. Rasa pusing, mata berkunang-kunang, dan tubuh lemas menjadi gejala yang sering muncul. Kedua kondisi tersebut sama-sama memengaruhi pasokan zat penting ke seluruh organ tubuh. Namun, penyebab utama di dalam sirkulasi darah tidaklah sama.
Jaringan tubuh membutuhkan oksigen serta nutrisi setiap saat. Jadi suplai zat makanan dikirimkan melalui aliran darah. Jika suplai tersebut terganggu, tubuh akan memberikan sinyal berupa rasa lemas. Dampak akhir inilah yang membuat banyak penderita terkecoh.
Memahami Kurang Darah atau Anemia
Kurang darah atau anemia merujuk pada jumlah sel darah merah yang berkurang di dalam tubuh. Penurunan ini berkaitan langsung dengan kadar hemoglobin di dalam sel darah merah. Hemoglobin adalah protein khusus yang mengikat dan membawa oksigen.
Baca Juga: Golongan Darah yang Disukai Nyamuk Lengkap dengan Alasannya
Hemoglobin berfungsi menyebarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Maka oksigen berguna untuk menghasilkan energi bagi aktivitas harian. Jika hemoglobin berkurang, pendistribusian zat gizi dan oksigen menjadi terhambat. Kondisi ini sering terjadi pada wanita menstruasi yang mengalami perdarahan banyak.
Memahami Tekanan Darah Rendah atau Hipotensi
Tekanan darah rendah atau hipotensi berkaitan dengan kekuatan dorongan darah. Darah mengalir melalui pembuluh darah dengan tingkat tekanan tertentu. Pada penderita hipotensi, daya dorong atau tekanan aliran darah tersebut menurun.
Daya dorong yang lemah membuat darah kesulitan mencapai jaringan tubuh secara optimal. Suplai oksigen dan nutrisi ke otak serta organ vital ikut berkurang. Masalah ini bersumber pada tekanan pompa pembuluh darah, bukan jumlah sel darah merah.
Perbedaan Kurang Darah dan Tekanan Darah Rendah
Perbedaan keduanya terletak pada titik awal penyebab penyakit. Anemia berfokus pada kuantitas sel darah merah atau kadar hemoglobin yang kurang. Hipotensi berfokus pada lemahnya tekanan aliran darah di dalam pembuluh darah. Pemeriksaan medis yang tepat berperan untuk memastikan diagnosis.
Baca Juga: Cara Menghentikan Pendarahan Luka dengan Tepat
Bedanya kurang darah dan tekanan darah rendah perlu dipahami dengan tepat oleh setiap orang. Pengetahuan ini mencegah timbulnya kekeliruan dalam penanganan medis. Tubuh yang sering lemas atau pusing memerlukan pemeriksaan akurat dari dokter. Diagnosis yang tepat akan menentukan langkah terapi yang efektif. Kesehatan tubuh dapat terjaga dengan baik melalui pemahaman yang benar mengenai bedanya kurang darah dan tekanan darah rendah. (R10/HR-Online)

10 hours ago
12

















































