SMAN 1 Banjar Bertransformasi Jadi Sekolah Maung, Seperti Apa Perbedaannya?

2 hours ago 4

harapanrakyat.com,- SMAN 1 Banjar, Jawa Barat, bersiap melakukan transformasi menjadi Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung. Sekolah ini terpilih untuk menjalankan program baru dari Pemprov Jabar.

Baca juga: Buka Masa Sosialisasi SPMB, Disdik Jawa Barat Tegaskan Tidak Ada Jalur Zonasi untuk Sekolah Maung

Dalam penerapannya, setiap kabupaten dan kota hanya akan diwakili oleh satu SMA yang dinilai memenuhi kriteria dan persyaratan ketat dari dinas terkait.

Proses Menjadi Sekolah Manusia Unggul

Wakasek SMAN 1 Banjar, Sunarto menjelaskan penunjukan SMAN 1 Banjar masuk program sekolah manusia unggul tersebut melewati proses penilaian dan terpenuhinya sejumlah persyaratan. Sejumlah persyaratan dan penilaian tersebut meliputi profil sekolah, prestasi siswa dan peserta guru serta persyaratan lainnya.

Pihaknya memastikan, meski menyandang predikat Sekolah Manusia Unggul namun sekolah memastikan tidak ada perubahan pada nomenklatur institusi. “Kalau nama tidak ada perubahan masih tetap SMA Negeri 1 Banjar. Enggak ada istilah untuk pakai Sekolah Maung,” ujar Sunarto, Selasa (19/5/2026).

Lanjutnya menyebut, kebijakan program Sekolah Manusia Unggul tersebut akan dimulai pada tahun ini. Program tersebut juga akan mengubah sistem penerimaan peserta didik baru. “Sudah ditentukan Sekolah Maung dan kita berlanjut ke proses penerimaan siswa baru. Nah, untuk proses penerimaan siswa baru, juknisnya baru mau finalisasi hari ini,” katanya.

Lanjutnya menjelaskan, secara umum yang paling berbeda dengan sekolah reguler itu salah satunya tidak ada jalur domisili dalam skema penerimaan peserta didik baru atau PPDB.

Proses seleksi akan fokus pada potensi dan kemampuan siswa melalui tiga jalur utama yakni potensi akademik yang mengukur kemampuan intelektual, termasuk menyasar calon siswa dengan skor IQ minimal 130.

Baca juga: Disdik Jawa Barat Tegaskan Program Sekolah Maung Tak Ubah Nama SMA dan SMK, Tapi Transformasi Substansi

Kemudian jalur akademik yang menekankan pada nilai rapor dengan standar minimal rata-rata 85 dan jalur non-akademik bagi para calon siswa yang memiliki prestasi kejuaraan dengan batas minimal nilai rapor 80. “Itu syarat untuk daftar saja baru nanti masuk ke seleksi. Jadi hanya ada tiga jalur penerimaan. Pertama jalur potensi akademik, akademik dan jalur non akademik,” jelasnya.

Lanjutnya mengatakan, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi ke sejumlah stakeholder terkait Sekolah Manusia Unggul tersebut. “Karena ini program baru kami juga minggu ini akan sosialisasi ke SMP dan juga Kelurahan terkait Sekolah Maung ini,” pungkas. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |