Sikapi Video Viral Siswa Naik Rakit, Dedi Mulyadi Utus Tim DBMPR Cek Lokasi di Cililin

17 hours ago 15

harapanrakyat.com,- Pemprov Jabar merespons cepat video viral pelajar yang menyeberangi Waduk Saguling Bandung Barat menggunakan rakit. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Budiharja, Kecamatan Cililin. Pemerintah daerah merencanakan penanganan infrastruktur penyeberangan yang aman di kawasan tersebut.

Baca juga: Sikapi Dugaan Pelecehan yang Libatkan Wabup Sumedang, Dedi Mulyadi Bentuk Tim Investigasi Khusus

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) untuk mengecek lokasi. Petugas mengkaji opsi pembuatan jembatan gantung maupun jembatan permanen. Jembatan ini nantinya menjadi penghubung antara Kampung Sadang dan Kampung Gombong.

Dedi Mulyadi memaparkan langkah cepat yang diambil jajarannya usai melihat tayangan video viral tersebut. “Saya lihat tayangan anak-anak sekolah menyeberangi Waduk Saguling di Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Hari ini tim DBMPR segera ke lokasi untuk melihat potensi pembuatan jembatan di sana,” ujar Dedi, Sabtu (29/8/2026).

Dedi menegaskan keselamatan dan kenyamanan para pelajar menuju sekolah merupakan prioritas utama pemerintah. Guna mempercepat pembangunan, Pemprov Jabar segera berkoordinasi dengan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.

“Yang penting anak-anak bisa pergi ke sekolah dengan nyaman tanpa harus menggunakan rakit.Kami segera berkoordinasi dengan Bupati Bandung Barat untuk menyelesaikan masalah tersebut,” kata Dedi.

Baca juga: Bupati Jeje Tegaskan Perbaikan Ruang Kelas Rusak di Bandung Barat Jalan Terus, Anggaran Rp 40 Miliar Siap Digunakan 

Skema pembagian peran pengerjaan proyek fisik jembatan akan diputuskan bersama Pemkab Bandung Barat. “Apakah dikerjakan Pemprov Jawa Barat atau Pemkab Bandung Barat, yang penting anak-anak bisa bersekolah dengan nyaman,” tuturnya.

Pembangunan akses penyeberangan ini dinanti oleh 16 murid SDN Budiharja yang saban hari melintasi waduk. Penggunaan transportasi air tersebut dilakukan demi memangkas waktu perjalanan menuju sekolah.

Jalur darat membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit dengan rute memutar sejauh 4 kilometer. Sebaliknya, opsi menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit hanya memakan waktu lima menit dengan bentang jarak 200 meter. (Reza/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |