harapanrakyat.com,- Ikatan Isteri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor kesehatan nasional melalui penyelenggaraan seminar ilmiah bertajuk “Penanganan Terkini Tuberkulosis Paru dan Paru Kerja”, Sabtu (14/1/2026).
Acara ini menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi antara organisasi istri dokter dengan berbagai lembaga profesional medis dan akademisi.
Baca Juga: Wagub Jabar Ingatkan Kampus Jangan Cetak Sarjana Pengangguran
Dalam pelaksanaannya, IIDI Cabang Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB, IDI Cabang Kabupaten Bogor, Perhimpunan Dokter Spesialis Paru (PDPI) Cabang Bogor Raya. Serta Perhimpunan Dokter Spesialis Okupasi (PERDOKI).
Penanganan Terkini Tuberkulosis Paru sebagai Program Unggulan
Ketua IIDI Cabang Kabupaten Bogor, Fatmawati Hidayat mengatakan, penanganan tuberkulosis paru merupakan salah satu Program Unggulan IIDI. Ia menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, demi memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Acara ini menghadirkan para narasumber ahli di bidangnya dalam bentuk seminar ilmiah yang telah tersertifikasi SKP Kemenkes,” ujar Fatmawati.
Baca Juga: Peringkat 8 di Jabar, Wakil Walikota Banjar Dorong Bentuk Tim Percepatan Pengendalian TBC
Seminar penanganan terkini tuberkulosis paru yang berlangsung secara hybrid ini berhasil menjaring 380 peserta. Para peserta ini terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, hingga mahasiswa.
Ketua Panitia, dr. Melina Fitri Andria menambahkan, kesuksesan acara ini tercapai berkat dukungan penuh dari berbagai mitra. Termasuk dari jajaran Rumah Sakit dan vendor kesehatan.
Menariknya, seminar medis ini tidak hanya berisi diskusi serius, pihak panitia juga menghadirkan sesi interaktif bermain angklung bersama yang dipandu Kang Herdi dari Saung Lege Hejo Cisarua. Hal ini memberikan pengalaman unik bagi para peserta di tengah padatnya materi ilmiah dari para pemateri.
Baca Juga: Peringati Hari PPOK Sedunia, RSUD Pandega Pangandaran Ajak Warga Kenali Penyakit Paru
Meskipun dipersiapkan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar dua bulan, kegiatan ini mendapatkan apresiasi luar biasa dari para peserta maupun pihak pendukung.
Banyak pihak berharap kegiatan serupa yang memadukan manfaat ilmiah dan kemeriahan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di masa depan. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

12 hours ago
8

















































