Persib Bandung akan melakoni laga hidup mati melawan wakil Thailand dalam laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2). Pertandingan Persib Bandung vs Ratchaburi FC ini, akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/02/2026) mendatang.
Baca Juga: Peluang Lolos di ACL 2 Tipis, Footy Rankings Hanya Beri Persib Bandung 8 Persen
Membawa beban defisit tiga gol akibat kekalahan 0-3 di pertemuan pertama, manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menginstruksikan seluruh punggawa untuk tampil habis-habisan. Umuh meyakini, bahwa kekalahan di markas lawan tempo hari bukanlah refleksi dari kualitas permainan, melainkan faktor keberuntungan yang belum berpihak.
“Secara permainan kita seimbang. Memang berat mengejar tiga gol, tapi insyaallah kami akan berusaha. Tidak menutup kemungkinan di Bandung nanti kita bisa mencetak lebih dari tiga gol,” ucap Umuh dilansir dari lama Persib, Minggu (15/2/2026).
Umuh menyadari bahwa taktik di lapangan saja tidak cukup. Di laga hidup mati Persib Bandung nanti, Ia menaruh harapan besar pada kehadiran Bobotoh untuk menyulap GBLA menjadi “neraka” bagi tim tamu. Atmosfer stadion yang bergemuruh, diyakini mampu meruntuhkan mental pemain Ratchaburi FC, yang kemungkinan besar akan didera kelelahan akibat perjalanan jauh.
“Harapannya, semangat di kandang harus berlipat ganda. Kita harus waspada, jangan sampai seri apalagi kalah. Target kita menang di atas 3-0,” tegas tokoh ikonik Persib tersebut.
Baca Juga: Kekalahan di AFC Champions League Two, Persib Bawa Beban Psikologis ke Super League
Evaluasi Bojan Hodak Jelang Laga Hidup Mati Persib Bandung
Senada dengan sang manajer, pelatih kepala Bojan Hodak memastikan bahwa kondisi fisik maupun psikologis anak asuhnya tidak terganggu oleh hasil minor di leg pertama. Usai memimpin sesi latihan di Lapangan Pendamping GBLA, Sabtu (14/02/2026), pelatih asal Kroasia tersebut menegaskan, bahwa timnya sudah melupakan pil pahit di Thailand.
Bagi Hodak, skor 0-3 terasa terlalu mencolok jika dibandingkan dengan jalannya pertandingan yang sebenarnya. Ia menyoroti faktor non-teknis seperti adaptasi cuaca yang sempat menyulitkan pemainnya. Meski secara statistik Persib sempat mendominasi, terutama di paruh pertama laga.
“Kami sedikit kurang beruntung. Kondisinya berbeda di sana, tapi saya percaya pada babak pertama kami adalah tim yang lebih baik. Hasil akhir memang telak, tapi itu sudah berlalu,” ungkap Hodak.
Kini, fokus utama Maung Bandung adalah bangkit dan merespons kekalahan tersebut dengan performa klinis. Hodak menekankan bahwa dalam sepak bola, kekalahan terkadang menjadi tamparan yang diperlukan. Hal itu agar tim tetap membumi dan kembali fokus pada tujuan besar.
“Kondisi pemain secara fisik dan mental sangat baik. Sekarang, satu-satunya fokus kami adalah memenangkan pertandingan berikutnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Kalah di Laga Tandang Lawan Ratchaburi FC, Pelatih Persib Akui Timnya Tak Tampil Baik
Kini, skuad Maung Bandung terus mematangkan persiapan di Lapangan Pendamping GBLA sejak Sabtu kemarin. Pelatih Persib Bandung percaya di laga hidup mati nanti, anak asuhnya mampu tampil lebih klinis demi membalikkan keadaan. Kemenangan dengan selisih empat gol menjadi target utama untuk melaju ke fase berikutnya. (Adi/R5/HR-Online)

13 hours ago
9

















































